Karangan bunga penuhi rumah duka Kepala PPATK

Karangan bunga penuhi rumah duka Kepala PPATK

Sejumlah karangan buka di sekitar rumah duka Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin di Jalan Tebet Timur III, No 39, Jakarta, Sabtu (14/3/2020). ANTARA/M Razi Rahman

Jakarta (ANTARA) - Berbagai karangan bunga yang dikirimkan oleh beragam kalangan memenuhi sekitar rumah duka Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin di Jalan Tebet Timur III, No 39, Jakarta, Sabtu sore.

Berdasarkan pantauan ANTARA, karib kerabat almarhum serta sejumlah awak media massa juga telah berkumpul untuk menunggu kedatangan jenazah dari Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur.

Sejumlah karangan bunga yang berdatangan ke rumah duka antara lain dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo.

Baca juga: Kepala PPATK wafat jelang ulang tahun ke-63 pada 29 Maret

Selain itu, terdapat pula karangan bunga duka seperti dari Inspektur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Doddy Setiadi, dan Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin meninggal dunia pada Sabtu, 14 Maret 2020.

Humas PPATK Ria Tanjungpura ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa Ahmad Badaruddin telah berpulang. "Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Benar, Bapak Badaruddin meninggal dunia," kata Ria.

Sebelum meninggal dunia, Kepala PPATK sedang berupaya menargetkan agar Indonesia bakal menjadi keanggotaan penuh FATF (Financial Action Task Force) pada 2021.

Berbagai tahapan proses untuk menjadi keanggotaan penuh FATF telah dilakukan dengan berbagai persyaratan yang sangat berat.

Baca juga: Kepala PPATK Ahmad Badaruddin tutup usia

Saat ini Indonesia sudah menjadi anggota namun statusnya observer. Observer punya hak bicara tapi tidak punya hak suara.

"Kami targetkan Indonesia menjadi anggota penuh FATF pada 2021. Makin cepat makin bagus," kata Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin di Depok, Kamis (27/2).

Namun, kata dia, semua itu tergantung dari hasil penilaian FATF.

Dia menambahkan pada Maret 2020 tahapannya akan dilakukan on site visit dari tim pendahulu FATF ke Indonesia. Kemudian pada Oktober 2020 penetapan hasil mutualy evaluation pada FATF plenary meeting.

"Jika hasil penilaiannya memuaskan maka 2021 Indonesia bisa menjadi anggota penuh," katanya ketika itu.

Baca juga: Kepala PPATK temui Menko Polhukam bahas keikutsertaan FATF

Baca juga: PPATK paparkan temuan rekening kepala daerah dalam RDP Komisi III DPR

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar