Kepala PPATK dinyatakan negatif virus corona

Kepala PPATK dinyatakan negatif virus corona

Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rai (tengah, peci hitam) menyampaikan pernyataan kepada media massa di depan rumah duka di Jalan Tebet Timur III No. 39, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3/2020). ANTARA/M Razi Rahman

setelah dua kali tes, almarhum Kiagus Ahmad Badaruddin dinyatakan negatif corona
Jakarta (ANTARA) - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin yang meninggal dunia di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur, Sabtu, dinyatakan negatif atau tidak terkena virus corona atau COVID-19.

"Walau dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Persahabatan, tetapi setelah dua kali tes, almarhum Kiagus Ahmad Badaruddin dinyatakan negatif corona," kata Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rai kepada media massa di Jakarta, Sabtu sore.

Dian Ediana Rai mengungkapkan, Kiagus sebelumnya masuk ke Rumah Sakit Medistra pada hari Jumat (6/3) pekan lalu, namun setelah beberapa hari mengalami sesak nafas, dipindahkan ke RS Persahabatan.

Baca juga: Kepala PPATK tidak meninggal karena COVID-19

Wakil Kepala PPATK memaparkan, beliau meninggal dunia setelah mengalami kondisi sesak nafas yang disertai sejumlah komplikasi dari penyakit yang diderita seperti diabetes, jantung, dan ginjal.

"Ini membikin penyakit beliau semakin berat," kata Dian Ediana Rai.

Jenazah Kepala PPATK rencananya akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, setelah dishalatkan di Masjid Jami Al Jihad, Tebet Timur.

Sebelumnya, Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin meninggal dunia pada Sabtu, 14 Maret 2020.

Humas PPATK Ria Tanjungpura ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa Ahmad Badaruddin telah berpulang. "Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Benar, Bapak Badaruddin meninggal dunia," kata Ria.

Baca juga: Karangan bunga penuhi rumah duka Kepala PPATK

Sebelum meninggal dunia, Kepala PPATK sedang berupaya menargetkan agar Indonesia bakal menjadi keanggotaan penuh FATF (Financial Action Task Force) pada 2021.

Berbagai tahapan proses untuk menjadi keanggotaan penuh FATF telah dilakukan dengan berbagai persyaratan yang sangat berat.

Saat ini Indonesia sudah menjadi anggota namun statusnya observer. Observer punya hak bicara tapi tidak punya hak suara.

"Kami targetkan Indonesia menjadi anggota penuh FATF pada 2021. Makin cepat makin bagus," kata Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin di Depok, Kamis (27/2).

Kiagus Ahmad Badaruddin dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Kepala PPATK periode 2016-2021 pada 26 Oktober 2016.

Sebelum memimpin PPATK, Kiagus menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Komisi Pemberantasan Korupsi serta Sekretaris Jenderal dan Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan RI.

Baca juga: Kepala PPATK Ahmad Badaruddin tutup usia

Baca juga: Kepala PPATK temui Menko Polhukam bahas keikutsertaan FATF

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar