Suasana di Ragunan senyap

Suasana di Ragunan senyap

Gerbang utama Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, yang ditutup sementara sebagai antisipasi merebaknya COVID-19, Sabtu (14/3/2020). ANTARA/Laily Rahmawaty/aa.

Jakarta (ANTARA) - Sehari setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup objek wisata Taman Margasatwa Ragunan di Jakarta Selatan untuk antisipasi penyebaran Virus Corona COVID-19, suasana di sekitar kebun binatang tersebut senyap.

Pantuan ANTARA di depan Ragunan, Sabtu sejumlah warga beraktivitas di sekitar Ragunan. Hanya saja tidak ada aktivitas kunjungan wisata keluar-masuk kebun binatang tersebut.

"Biasanya akhir pekan kayak gini Sabtu-Minggu pada ramai orang, jalanan macet, ini sepi," kata Safrina (37) warga Kebagusan saat ditemui di depan pintu masuk Ragunan.

Safrina mengetahui informasi penutupan Ragunan dari kabar yang beredar di masyarakat. Selain itu ia juga melihat spanduk berisi informasi ditutupnya Ragunan di depan pagar pintu masuk.

Awalnya Safrina tidak mengetahui alasan Ragunan ditutup, namun dari omongan warga didapat informasi terkait corona. "Katanya sih karena ada corona," kata ibu dua anak tersebut yang sedang menunggu jemputan suami.

Baca juga: Hanya tiga dari 34 anjungan TMII yang tutup

Rumah Safrina berada di depan pintu timur Ragunan. Dia sudah tinggal di wilayah tersebut selama 10 tahun.

Baginya aktivitas wisata di Ragunan yang biasa ramai sudah jadi biasa, tapi penutupan kali ini dirasanya agak aneh. "Biasanya sepi gini kalau lebaran pertama tuh, tapi ini bukan lebaran jadi aneh aja rasanya," kata Safrina.

Imbas penutupan Ragunan juga dirasakan oleh para pengemudi ojek daring yang biasa mangkal di depan kebun binatang milik pemerintah tersebut.

Menurut Lamin (45), jika hari biasa apalagi Sabtu dan Minggu jalanan di depan Ragunan macet dengan aktivitas pengunjung yang keluar- masuk.

Selain macet, Lamin juga mengaku ditutupnya Ragunan sedikit berdampak bagi pendapatannya.

"Ya kalau Sabtu Minggu gini kan biasanya ada aja pengunjung yang naik ojek, sekarang dengan ditutup jadi berkurang dong," kata Lamin yang sudah dua tahun jadi pengemudi ojek daring.

Baca juga: PP IPTEK-TMII intensif cegah virus menular pada 577 alat peraga

Menurut Lamin, bukan hanya dirinya yang terkena dampak, tapi para pedagang yang biasa berjualan di depan Ragunan "Gara-gara ditutup pedagang cenderamata enggak ada yang jualan, biasanya Sabtu Minggu rame pada gelar dagangan di pinggiran," kata Lamin.

Ragunan ditutup sementara dari 14 hingga 30 Maret 2020 sesuai dengan Instruksi Gubernur Nomor 16 Tahun 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap risiko penularan infeksi Corona Virus Diseases (COVID-19).

Meski ditutup, petugas Kebun Binatang Ragunan tetap masuk kerja seperti biasa. Hanya saja petugas tiket dialihkan membersihkan tempat kerja dan lainnya.

Baca juga: TMII ekspektasi 30.000 orang ramaikan liburan Tahun Baru

Di gerbang utama, sejumlah Satpam tetap berjaga di balik pagar Ragunan yang ditutup. Sebuah spanduk besar tergantung di pagar gerbang utama Ragunan dengan tulisan "Antisipasi merebaknya COVID-19 Taman Margasatwa Ragunan ditutup sementara dari tanggal 14-30 Maret 2020".

Selain Ragunan, Pemprov DKI menutup destinasi wisata lainnya seperti Kawasan Monas, Ancol, Kawasan Kota Tua, Anjungan DKI di TMII, Taman Ismail Marzuki, PBB Setu Babakan, Rumah Si Pitung dan Pulau Onrust.

Museum Sejarah Jakarta, Museum Prasasti, Museum MH Thamrin, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Tekstil, Museum Wayang, Museum Bahari serta Museum Joang '45.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Upaya PMI Sleman memenuhi persediaan darah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar