Puncak Pekan QRIS Nasional di Pontianak dibatalkan dampak COVID-19

Puncak Pekan QRIS Nasional di Pontianak dibatalkan dampak COVID-19

Kepala KPw BI Kalbar, Agus Chusaini (kiri). (ANTARA/Dedi)

Berdasarkan konferensi pers juru bicara pemerintah untuk virus corona, Ahmad Yurianto tanggal 14 Maret 2020, COVID-19 sudah menyebar di sebagian wilayah Indonesia termasuk Kota Pontianak....
Pontianak (ANTARA) - Puncak acara Pekan QRIS Nasional 2020 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Barat yang akan dilaksanakan pada Minggu, 15 Maret 2020, di Halaman A Yani Mega Mall Pontianak pukul 06 00 WIB, sebagai dampak penyebaran COVID-19.

"Berdasarkan konferensi pers juru bicara pemerintah untuk virus corona, Ahmad Yurianto tanggal 14 Maret 2020, COVID-19 sudah menyebar di sebagian wilayah Indonesia termasuk Kota Pontianak. Sehubungan dengan hal tersebut,  pekan edukasi dan sosialisasi berupa Pekan QRIS Nasional 2020 dibatalkan," ujar Kepala KPw BI Kalbar, Agus Chusaini di Pontianak, Minggu.

Sebelumnya, sejumlah rangkaian acara Pekan QRIS Nasional 2020 berlangsung sukses baik di pasar, perguruan tinggi, pemerintah provinsi dan kabupaten dan di tempat lainnya di Kota Pontianak berjalan lancar.

Baca juga: Perluas jangkauan QRIS, BI Malang sasar pedagang pasar tradisional

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan bahwa dalam mengantisipasi agar COVID-19 tidak menyebar ke seluruh masyarakat, pihaknya mulai hari ini telah meniadakan Car Free Day (CFD) yang biasa dilakukan di sepanjang Jalan Ahmad Yani oleh masyarakat untuk berolahraga, setiap hari Minggu pagi.

"Mulai hari ini untuk sementara CFD kami liburkan dan berharap kepada masyarakat tetap di rumah sepanjang tidak ada kegiatan penting termasuk menjauhi tempat keramaian untuk sementara waktu," imbaunya.

Untuk anak sekolah dia juga memahami kekhawatiran para orangtua, dan dalam hal itu, Pemkot Pontianak masih menunggu arahan dari Gubernur Kalbar dan Dinas Pendidikan Kota Pontianak.

"Jangan sampai memberikan keputusan yang salah karena sebentar lagi anak-anak ujian nasional," ujarnya.

Ia menambahkan pihaknya melakukan sosialisasi cuci tangan kepada seluruh siswa dalam mencegah penyebaran COVID-19.

Baca juga: BJB gelar sosialisasi pengenalan QRIS kepada UMKM

Ia mengimbau masyarakat di kota itu untuk tidak panik dalam menyikapi COVID-19 tetapi tetap waspada dan menerapkan pola hidup sehat.

"Masyarakat kami imbau tetap menerapkan pola hidup sehat, salah satunya selalu cuci tangan, kemudian menjaga kebersihan dan jangan panik dalam menyikapinya," kata Edi Rusdi Kamtono.

Pewarta: Dedi
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Malang bersiap Normal Baru, Sekda Jatim pastikan kesiapan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar

  1. mctsub9988@gmail.com

    Waduh.. padahal mau pergi