Laporan dari London

Oscar, Willi, Seri dan Kiara tumbuh sehat di Tierpark Berlin

Oleh Zeynita Gibbons

Oscar, Willi, Seri dan Kiara tumbuh sehat di Tierpark Berlin

Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno menyebutkan penempatan harimau Sumatera di Tierpark Berlin merupakan simbol kedekatan hubungan antara Indonesia dan Jerman. (Zeynita Gibbons)

Saat itu menjadi momen yang membahagiakan ketika harimau Sumatera betina, Mayang, bersama anak-anaknya ditampilkan kepada masyarakat Jerman
London (ANTARA) - Pada pagi hari di musim semi awal Maret 2020, Willi dan Oscar sedang bercengkerama, dan sesekali memanjat atau melompat ke dahan pohon, sementara dua saudara perempuan mereka, Seri dan Kiara, hanya menyaksikan.

Tingkah laku lucu harimau Sumatera itu merupakan tontonan yang menarik bagi pengunjung kebun binatang Tierpark, Berlin, Jerman, yang dikatakan terbesar di Eropa.

Keempat bersaudara yang lahir pada 4 Agustus 2018 lalu dan berasal dari pasangan Harfan, lahir di Taman Safari Bogor pada 2008, dan Mayang di Kebun Binatang Jambi pada 2011 itu, adalah harimau Sumatera yang dititipkan Pemerintah Indonesia kepada Tierpark beberapa tahun silam.

Pada Sabtu lalu, koresponden Antara London, diantar Pensosbud KBRI Berlin, Hannan Hadi bersama istri Dian Sahara dan putra putri mereka yang lahir di Abu Dhabi, Malika Admiranda Hadiansah (10th) serta Zafer Kalani Hadiansah (8th), berkunjung ke kebun binatang Tierpark Friedrichsfelde yang bisa dijangkau dengan metro dari Alexander Platz di pusat kota, untuk menyaksikan keempat anak Harimau Sumatera yang kini berusia lebih dari dua tahun itu.

KBRI Berlin menyumbang benda-benda seni dari Indonesia untuk melengkapi Tropical House yang akan diresmikan pada bulan April, ujar Hannan Hadi yang pernah bertugas di KBRI Abu Dhabi.

Kedua harimau itu tiba di Berlin dari Indonesia pada Desember 2013 dan sempat dikarantina di Alfred-Brehm-Haus Tierpark, dalam rangka program Eropa bagi spesies yang terancam punah (Europäisches Erhaltungszucht Programm / EEP)  melalui pengembang biakan alami atau ex-situ hewan-hewan tersebut.

Keberadaan Harfan dan Mayang merupakan realisasi dari nota kesepahaman antara Taman Safari Indonesia dan Tierpark Berlin tentang kerja sama konservasi Harimau Sumatera yang ditandatangani pada 23 Oktober 2012.

Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno kepada Antara London, Sabtu menyebutkan penempatan harimau Sumatera di Tierpark tersebut merupakan simbol kedekatan hubungan antara Indonesia dan Jerman.

Langkah yang dilakukan pihak Tierpark menjaga harimau Sumatera merupakan kontribusi nyata Jerman mendukung upaya pemerintah Indonesia melestarikan harimau Sumatera, ujarnya

Direktur Kebun Binatang Tierpark Berlin, Dr. Andreas Knieriem mengatakan keempat anak Harimau itu sangat berharga bagi Kebun Kebun Binatang di Eropa yang terus berupaya keras menjaga keberadaan mereka, sehingga tidak punah.

Pihaknya sebisa mungkin membuat temperatur dan suasana di Tierpark Zoo seperti hutan hujan tropis di habitat aslinya. “Kami harap para bayi harimau Sumatera dapat tumbuh seperti di habitat asli mereka. Untuk tambahan, kami harap area hutan hujan dapat memberikan perspektif baru sekaligus fakta menarik bagi pengunjung tentang binatang yang tinggal di hutan tersebut," ujar Knieriem.

Tiga bulan setelah lahir, keempat bayi harimau Sumatera yang diberi nama Kiara, Wili, Oscar dan Seri, oleh Dubes Havas, Hans Jurgen KulartsHans (anggota Dewan Eksekutif Sparkasse), serta suster yang merawat mereka, mulai dipamerkan kepada pengunjung Tierpark.

Dalam penampilan perdana keempat bayi harimau Sumatera itu, pada bulan November 2018, turut hadir Havas, Knieriem dan Hans Kularts.

“Saat itu menjadi momen yang membahagiakan ketika harimau Sumatera betina, Mayang, bersama anak-anaknya ditampilkan kepada masyarakat Jerman,” ujar Dubes Havas.

Tierpark Berlin menjaga dan merawat keempat bayi tersebut dengan intensif sehingga mereka bisa memanjat, melompat dan berani mengeksplorasi lingkungannya sambil bercengkerama.

Harimau Sumatera adalah subspesies harimau langka yang diklasifikasikan sebagai terancam punah. Saat ini diperkirakan populasi Harimau di hutan Sumatera tinggal 350 hingga 450 ekor.

Tierpark Berlin dan semua kebun binatang di Eropa membuat jaringan EEP dalam upaya pengembangbiakan alami secara ex-situ bagi hewan-hewan yang masuk dalam kategori  terancam punah termasuk orangutan dan harimau Sumatera.

Mantan direktur Kebun Binatang Leipzig Jerman Peter Muller menulis buku berjudul International Tiger Studbook mengenai pentingnya pembiakan harimau. Buku yang diterbitkan asosiasi kebun binatang sedunia dan International Union for Conservation of Nature itu, dipersembahkan khusus bagi sejumlah kebun binatang di dunia, termasuk Tierpark di Berlin, yang berjasa dalam upaya konservasi hewan langka.

Buku mencantumkan Harfan sebagai harimau Sumatera ke-1.512, dan Mayang adalah ke-1.513. Upaya konservasi harimau asal Indonesia ini telah dilakukan sejak tahun 1956 di Tierpark. Sejak 1958 hingga kini, sudah 119 harimau Sumatera yang lahir di kebun binatang bekas Jerman Timur itu.

Tierpark adalah salah satu dari dua kebun binatang yang berlokasi di Berlin dan didirikan pada tahun 1955. Tepatnya, taman hewan ini berada di Friedrichsfelde yang terdapat Istana Friedrichsfelde di dalamnya.

Kebun binatang Tierpark menampung 7.250 hewan dari 846 spesies di lahan seluas 160 hektar. Di Tierpark, selain harimau Sumatera, juga terdapat berbagai binatang dari berbagai belahan negara lainnya seperti kanguru, unta, burung Flamingo Lagoon, rumah tropis dan predator, bangunan Alfred Brehm, dan kawanan jerapah serta gajahnya yang agung.

Di kebun binatang Tierpark juga terdapat taman bermain untuk anak-anak, dan rumah bersejarah Schloss Friedrichsfelde. Pengunjung juga bisa naik kereta listrik gratis.

Tierpark adalah tujuan wisata sehari bagi seluruh keluarga. Bagi penduduk Berlin pada saat tertentu bisa masuk dengan gratis. Sementara harga tiket masuk Tierpark untuk dewasa 14.50 euro dan anak-anak 7.50 euro.

Duta Besar Havas berharap akan kembali melanjutkan program kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Jerman untuk melestarikan spesies yang terancam punah. Tidak hanya dengan Tierpark Berlin, tapi juga dengan sejumlah kebun binatang lainnya.

"Kami akan melanjutkan kerjasama dengan pemerintah Jerman untuk melestarikan spesies yang terancam punah. Tak hanya dengan Tierpark Berlin, tapi juga semua kebun binatang di dunia," ujar Duta Besar Havas.

Dubes percaya kehadiran harimau Sumatera di kebun binatang itu menarik perhatian publik Jerman untuk lebih mengenal Indonesia.

Oleh Zeynita Gibbons
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar