Kementerian PUPR ingin pengembang bantu bangkitkan pasar properti

Kementerian PUPR ingin pengembang bantu bangkitkan pasar properti

Ilustrasi - Rumah subsidi. ANTARA/HO-Dokumentasi Kementerian PUPR

Kami berharap Appernas Jaya ikut hadir dalam membangun rumah untuk masyarakat dan membangkitkan semangat pasar properti di Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menginginkan agar Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (Appernas) Jaya dapat terus membantu membangkitkan pasar properti di Republik Indonesia.

"Kami berharap Appernas Jaya ikut hadir dalam membangun rumah untuk masyarakat dan membangkitkan semangat pasar properti di Indonesia," kata Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, dalam rilis di Jakarta, Senin.

Apalagi, ujar Khalawi, pemerintah memiliki Program Sejuta Rumah yaitu program kolaborasi pembangunan perumahan dari seluruh mitra kerja bidang perumahan.

Khalawi menjelaskan, pemerintah akan terus berupaya menjaga stabilitas pasar properti meskipun muncul wabah penyakit corona. Untuk itu, pemerintah telah menganggarkan sejumlah subsidi perumahan dengan menambah kuota subsidi.

"Pemerintah akan melanjutkan Program Sejuta Rumah dengan berbagai penguatan yang pertama Program Rumah Berbasis Komunitas yang diperuntukan untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) non fix income. Apalagi minat dari pemerintah daerah juga sangat besar sekali dan tercatat ada 32 kabupaten/kota yang sudah mengajukan permohonan bantuan program Kementerian PUPR tersebut," katanya.

Selain itu, masih menurut dia, pemerintah juga akan mendorong program pembangunan rumah berskala besar yang sesuai dengan Peraturan Menteri tentang hunian berimbang yaitu pengembang wajib membangun rumah untuk MBR di samping membangun rumah untuk komersil.

Sebelumnya, konsultan properti Colliers International menyatakan penyebaran COVID-19 yang telah terdeteksi di banyak negara di Asia, termasuk di Republik Indonesia, disinyalir bakal mempengaruhi pola investasi properti di kawasan tersebut.

"COVID-19 akan menghantam pertumbuhan PDB di seluruh Asia pada paruh awal 2020, dan hasilnya bakal bisa menghambat tingkat penjualan investasi properti," kata Direktur Eksekutif Riset Colliers International Asia, Andrew Haskins.

Menurut dia, bila wabah yang disebabkan oleh virus corona itu memuncak pada paruh awal 2020 dan menunjukkan pemulihan pesat pada paruh akhir 2020, maka saat ini dinilai momentum yang tepat untuk berinvestasi di bidang properti di kawasan tersebut.

"Tekanan ekonomi yang diciptakan oleh COVID-19, termasuk dengan banyaknya ajang yang dibatalkan, larangan bepergian dan kondisi yang memaksa untuk bekerja di rumah, dapat menyebabkan berkurangnya aktivitas penyewaan ruang perkantoran," paparnya.

Baca juga: Memimpikan hunian di bawah Rp300 juta di Bodetabek
Baca juga: Masyarakat Bandung semakin berminat konsep syariah kepemilikan rumah

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Proyek banyak tertunda, Kementerian PUPR godok protokol jasa konstruksi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar