Penerbangan tutup, seorang warga RRT terjebak di Limapuluh Kota

Penerbangan tutup, seorang warga RRT terjebak di Limapuluh Kota

Petugas Imigrasi Agam saat meninjau aktivitas warga RRT (kaus putih) di Tanjung Balit, Limapuluh Kota yang tidak bisa pulang ke negaranya karena penerbangan ditutup akibat wabah COVID-19. ANTARA/HO-Imigrasi Agam

Bukittinggi, (ANTARA) - Seorang warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT)  yang tinggal di Kabupaten Limapuluh Kota hingga Senin belum bisa kembali ke negara asal karena penerbangan ke negara tersebut ditutup.

"Ada satu pekerja asal RRT ingin balik ke negara asal tetapi saat ini sedang tidak bisa," kata Kepala Seksi Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Agam Deny Haryadi di Koto Hilalang, Sumatera Barat, Senin.

Sebelum adanya wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), kata Deny Haryadi, tercatat 13 pekerja asal RRT beraktivitas di tambang timah hitam, Tanjung Balit, Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota.

Baca juga: Keadaan darurat: Australia tingkatkan upaya untuk kurangi corona

Baca juga: Negara Amerika Tengah, Selatan perketat perbatasan karena corona

Baca juga: Perangi penyebaran corona, Republik Ceko batasi pergerakan orang


Saat perayaan Imlek lalu, lanjut dia, sebanyak 12 orang kembali ke RRT, sementara seorang tetap tinggal di Limapuluh Kota.

"Satu warga yang masih tinggal ini ketika kami temui beberapa waktu lalu sudah berharap ingin pulang. Akan tetapi, karena penerbangan ditutup, dia terpaksa harus tinggal di sini sementara waktu," katanya menjelaskan.

Warga atas nama Shiyue Zou itu masih tinggal di Tanjung Balit. Dia memiliki izin tinggal yang berlaku sampai Desember 2020.

"Meski izin tinggalnya habis, masih bisa dikeluarkan izin tinggal terpaksa karena kondisi wabah seperti saat ini," katanya.

Pewarta: Miko Elfisha
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Penuhi pedoman WHO, PSBB Malang Raya tak diperpanjang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar