Bursa saham China ditutup anjlok, 4 hari beruntun

Bursa saham China ditutup anjlok, 4 hari beruntun

Ilustrasi: Sejumlah investor memantau pergerakan indeks harga saham melalui rumah pialang, di Shanghai, China. ANTARA/REUTERS/Aly Song/aa.

Beijing (ANTARA) - Saham-saham China berakhir turun tajam pada perdagangan Senin, melanjutkan penurunan untuk hari keempat berturut-turut, menyusul kejatuhan global akibat ketakutan resesi terkait penyebaran Virus Corona. Indikator utama Indeks Komposit Shanghai jatuh 3,40 persen menjadi ditutup pada 2.789,25 poin, sementara Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China berakhir anjlok 5,34 persen menjadi 10.253,28 poin.

Nilai transaksi gabungan saham yang mencakup kedua indeks tersebut mencapai 963,31 miliar yuan (sekitar 138 miliar dolar AS) hampir denga 966,72 miliar yuan (sekitar 138 miliar dolar AS) pada akhir pekan lalu.

Jumlah saham turun melebihi yang naik, dengan 1.353 saham terhadap 132 saham di bursa Shanghai dan 1.994 saham terhadap 181 saham di bursa Shenzhen.

Saham-saham di sektor telekomunikasi, wireless charging dan navigasi satelit memimpin kerugian, dengan saham Fuchun Technology Co., Ltd. jatuh pada batas harian 10 persen menjadi berakhir di 5,38 yuan per saham.

Sementara itu, Indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, anjlok 5,90 persen menjadi ditutup pada 1.910,77 poin.

Baca juga: IHSG Senin sore terkulai, seiring koreksi bursa saham Asia

Baca juga: Bursa Tokyo jatuh, meski bank sentra Jepang luncurkan pelonggaran baru

Baca juga: Bursa Australia berakhir jatuh 9,7 persen, penurunan sehari terbesar


 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden buka perdagangan perdana, IHSG menguat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar