Di tengah IHSG anjlok, perusahaan fintech bersiap "go public"

Di tengah IHSG anjlok, perusahaan fintech bersiap "go public"

Direktur PT Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli (kiri), Direktur Utama PT Cashlez Worldwide Indonesia Tee Teddy Setiawan (dua kiri),  Direktur PT Cashlez Worldwide Indonesia Tan Leny Yonathan (dua kanan), dan Direktur PT Cashlez Worldwide Indonesia Suwandi (kanan) menggelar paparan publik di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin. (ANTARA/Citro Atmoko)

sekitar 48,57 persen akan dipergunakan perseroan untuk mengambil alih 51 persen saham PT Softorb Technology Indonesia...
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi finansial (fintech) yang bergerak di bidang pembayaran PT Cashlez Worldwide Indonesia melepas 20,3 persen saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh ke publik dalam rangka menjadi perusahaan terbuka (go public) melalui mekanisme penawaran umum perdana atau IPO.

Jumlah saham yang akan ditawarkan adalah sebanyak-banyaknya 300 juta saham dengan nilai nominal Rp12 per saham dan dengan harga penawaran berkisar antara Rp298 - Rp358 per saham. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT Sinarmas Sekuritas.

Presiden Direktur Perseroan Tee Teddy Setiawan di Jakarta, Senin, mengatakan sebagai fintech pembayaran yang telah resmi mendapatkan izin dari Bank Indonesia, pihaknya meyakini bahwa langkah IPO saham tersebut akan mendukung pengembangan bisnis perusahaan.

"Rencananya seluruh dana yang diperoleh perseroan dari hasil IPO Saham, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sekitar 48,57 persen akan dipergunakan perseroan untuk mengambil alih 51 persen saham PT Softorb Technology Indonesia. Sisanya sekitar 51,43 persen akan digunakan sebagai modal kerja perseroan," ujar Teddy.

Baca juga: Pemerintah harap tiga "unicorn" baru hadir tahun ini

Sementara itu, Sumitomo Corporation sebagai pemegang saham menyatakan  pihaknya sangat antusias PT Cashlez Worldwide Indonesia menjadi perusahaan fintech payment gateway pertama yang akan melakukan IPO.

Pihaknya meyakini bahwa sistem pembayaran akan semakin dibutuhkan di era baru yang akan datang seperti Maas (Mobility-as-a-Service). Dalam hal ini, sistem mPOS (mobile point of sale) terpadu Cashlez akan memberikan manfaat bagi para konsumen, dan penyedia layanan.

Sumitomo Corporation berharap Cashlez akan menjadi unicorn pertama di industri pembayaran Indonesia.

Perseroan menargetkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diperoleh pada 7 April 2020 dan masa penawaran umum akan dilangsungkan pada 8 April 2020. Kemudian, pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 20 April 2020.

Baca juga: IHSG Senin sore terkulai, seiring koreksi bursa saham Asia

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Survei IP0 : 42 persen responden ingin reshuffle menteri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar