IDAI minta pemerintah "lockdown" parsial daerah penularan COVID-19

IDAI minta pemerintah "lockdown" parsial daerah penularan COVID-19

Suasana Duomo square, Milan, setelah pemerintah Italia memutuskan menutup wilayah bagian utara negara tersebut, Minggu (8/2/2020). Wilayah Italia Utara ditutup mulai 8 Maret hingga 3 April 2020 mendatang untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19. ANTARA FOTO/REUTERS/Flavio Lo Scalzo/pras.

kita harus membuat atau memetakan di mana klasternya. Harus ada transparansi
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum PP Ikatan Dokter Anak Indonesia IDAI dr Aman B Pulungan Sp.A(K) meminta pemerintah untuk melakukan lockdown atau penutupan akses keluar masuk parsial yaitu pada daerah penularan virus corona atau COVID-19 di Indonesia.

Aman dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Senin, mengatakan hal tersebut mencegah penularan lebih luas khususnya pada anak-anak yang memiliki kekebalan tubuh lebih rendah dibandingkan orang dewasa.

Aman menegaskan bahwa pemerintah harus berlaku transparan memberi tahu informasi mengenai klaster penularan COVID-19 yang terjadi di Indonesia lebih rinci agar masyarakat bisa lebih waspada terhadap penularan penyakit.

"Jadi kita harus membuat atau memetakan di mana klasternya. Harus ada transparansi, tidak ditutup-tutupi," kata Aman.

Baca juga: Presiden Jokowi tak pikirkan "lockdown" untuk atasi COVID-19
Baca juga: Wali Kota pastikan tak ada penutupan akses ke Kota Malang


Aman juga mengatakan diperlukan adanya transparansi data mengenai hasil tes dan cluster, harus ada kesamaan batasan Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam
Pengawasan (PDP) guna menegakkan diagnosis pasti pada anak yang dicurigai mengidap COVID-19.

"Diperlukan penelusuran yang pasti untuk dapat mengetahui dengan jelas sumber penularan penyakit tersebut pada anak," kata Aman. Dia menyatakan bahwa Ikatan Dokter Anak
Indonesia mengusulkan lockdown parsial setidaknya untuk kawasan Jabodetabek karena sudah diketahui banyak kasus dan sudah ada yang meninggal.

Ketua UKK Infeksi dan Penyakit Tropis IDAI DR. Dr. Anggraini Alam, Sp.A(K) menyatakan bahwa infeksi COVID-19 yang telah menyebar dengan cepat diperlukan adanya isolasi mandiri yang harus juga diterapkan pada anak.

Dia juga mengingatkan semua dokter harus siap untuk menerima pasien dan mampu mengenali dan membuka pedoman kembali agar dapat melakukan tatalaksana yang tepat.

Anggraini juga menyatakan bahwa dokter harus dapat menjaga diri agar tetap sehat, serta keterlibatan laboratorium di berbagai daerah sehingga mudah dalam menegakkan diagnosis sehingga data real-time dapat terkumpul dengan baik.

Baca juga: FKM UH rekomendasikan lockdown nasional
Baca juga: PDEI: Pemerintah perlu persiapkan jika ada kemungkinan "lockdown"
Baca juga: Fasilitas karantina di Pulau Galang untuk perkecil gerak virus

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Antara Kalbar serahkan bantuan pendidikan siswa terdampak COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar