RSUD Pangkalpinang rawat pasien dalam pengawasan

RSUD Pangkalpinang rawat pasien dalam pengawasan

Direktur RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, dokter Muhammad Fauzan. (ANTARA/ Donatus D.P)

Atasan pasien dan teman-temanya di kantor telah kami lakukan pemeriksaan kesehatan dan hasilnya negatif
Pangkalpinang (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Darah (RSUD) Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali merawat pasien berstatus dalam pengawasan (PDP) COVID-19.

Direktur RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang Muhammad Fauzan di Pangkalpinang, Senin, mengatakan pasien tersebut berumur sekitar 25 tahun merupakan pasien isolasi rujukan dari Rumah Sakit Siloam.

"Saat ini pasien masih dalam masa perawatan di ruang isolasi RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, untuk cek darah sudah dilakukan dan telah kami kirim ke Jakarta dan hasilnya kemungkinan baru bisa diketahui dua atau tiga hari ke depan," kata dia.

Dia menjelaskan pasien tersebut khawatir karena mengalami batuk setelah bertemu dengan atasannya yang baru pulang dari Italia.

Baca juga: RSUD Pangkalpinang simulasi penanganan pasien Corona

"Atasan pasien dan teman-temanya di kantor telah kami lakukan pemeriksaan kesehatan dan hasilnya negatif," ujarnya.

Pasien dalam pengawasan itu merupakan yang kedua dirawat di ruang isolasi RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang. Sebelumnya, RSUD menerima pasien PDP namun setelah dilakukan dua kali pemeriksaan darah hasilnya negatif.

RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang merupakan satu di antara tiga rumah sakit di Babel yang menjadi rumah sakit rujukan untuk menangani pasien virus corona yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

”Alhamdulillah sampai saat ini belum ada pasien RSUD Depati Hamzah terpapar corona. Kalau untuk pasien dalam pengawasan ini yang kedua, setelah sebelumnya kita juga menerima pasien hasilnya negatif,” katanya.

Baca juga: Pasien dalam pengawasan COVID-19 di RSUD Soedono Madiun membaik
Baca juga: RSMS Purwokerto tangani 5 PDP dan 2 ODP

Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Program Promkes PMI Jember untuk selamatkan masyarakat dari COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar