140 wastafel portable dipasang di fasilitas umum Surabaya

140 wastafel portable dipasang di fasilitas umum Surabaya

Seorang warga menggunakan wastafel portable atau tempat mencuci tangan di Pasar Ganteng, Kota Surabaya, Jawa Timur. (ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

140 wastafel yang sudah dipasang meliputi sekolah 59 unit, gedung pemerintahan 30 unit, taman sembilan unit, sentra wisata kuliner dan pasar 24 unit, fasilitas umum lainnya 18 unit.
Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 140 wastafel portable atau tempat mencuci tangan dipasang di sejumlah fasilitas umum Kota Surabaya, Jawa Timur, sebagai antisipasi penyebaran COVID-19.

Kepala Bidang Bangunan dan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) Kota Surabaya, Iman Krestian di Surabaya, Selasa memastikan pihaknya sudah memasang 140 wastafel portable sejak awal bulan.

"Fasilitas cuci tangan itu dipasang di sekolah-sekolah, gedung pemerintahan, taman, sentra wisata kuliner, pasar serta di berbagai fasilitas umum lainnya," katanya.

Menurut dia, 140 wastafel yang sudah dipasang meliputi sekolah sebanyak 59 unit, gedung pemerintahan 30 unit, taman 9 unit, sentra wisata kuliner dan pasar 24 unit, fasilitas umum lainnya 18 unit.
Baca juga: Masjid Al Akbar Surabaya jamin kenyamanan jamaah dari COVID-19
Baca juga: Cara Risma lawan COVID-19 di Surabaya


Ia juga memastikan bahwa jumlah pemasangan wastafel portable ini akan terus bertambah setiap harinya sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Terutama di sekolahan, lanjut dia, setiap sekolah harus memiliki lebih dari satu wastafel. Makanya pemasangan khusus sekolah sedikitnya ada dua unit.

"Beberapa sekolah sudah ada wastafel di depan kelas masing-masing. Supaya mereka menggunakannya tidak antre panjang," katanya

Selain itu, Iman memastikan, pihaknya akan terus mencari tempat strategis lain agar warga Surabaya membiasakan cuci tangan sesering mungkin dimana pun dan kapanpun mereka berada. Bahkan dalam sehari, petugas dari DPRKP-CKTR bisa memasang lebih dari 10 unit wastafel.

"Proses pengerjaannya cepat karena portable. Hanya memasang selang dan pipa saja kemudian diarahkan ke saluran air terdekat," ujar dia.

Nantinya, wastafel ini akan dipasang secara permanen untuk titik-titik lokasi strategis sehingga bisa berjangka panjang dan dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap agar warga bisa menjaga diri masing-masing melalui cara yang paling sederhana seperti cuci tangan.
Baca juga: Cegah COVID-19, Wali Kota Surabaya imbau "stakeholder" buat protokol
Baca juga: Dinkes Surabaya produksi "hand sanitizer" untuk dibagikan ke publik


"Kepedulian dan kemandirian masyarakat yang akan sangat membantu upaya pencegahan dan penanganan musibah mewabahnya virus ini. Percuma disediakan wastafel kalau tidak digunakan secara semestinya," katanya.

Selain itu, ia juga berharap upaya pemkot seperti ini dapat juga dilakukan oleh pengelola bangunan lainnya, seperti mal, perkantoran, pusat perbelanjaan dan berbagai tempat keramaian lainnya untuk memfasilitasi bahkan menambah lebih banyak lagi wastafel.

"Diharapkan ada inisiatif dari pengelola bangunan untuk mengadakan sendiri fasilitas ini. Jadi biar sama-sama berupaya menjaga," katanya.

Iman juga berharap masyarakat dapat menjaga bersama-sama wastafel ini dengan baik. Menggunakan sebaik mungkin fasilitas ini dan ikut menjaganya. "Jadi kita bisa memanfaatkan wastafel ini sebaik mungkin. Semua untuk kebaikan warga Surabaya," katanya.
Baca juga: Wali Kota Surabaya siapkan software lawan COVID-19

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Banjir Surabaya karena pengerjaan saluran air belum tuntas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar