Kasus corona meningkat di Asia Tenggara, WHO serukan tindakan agresif

Kasus corona meningkat di Asia Tenggara, WHO serukan tindakan agresif

Direktur Regional organisasi kesehatan dunia (WHO) untuk Asia Tenggara, Poonam Khetrapal Singh. ANTARA/Handout/aa.

Situasinya berkembang pesat. Kita perlu segera meningkatkan semua upaya untuk mencegah virus agar tidak menginfeksi lebih banyak orang
Jakarta (ANTARA) - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hari ini meminta negara-negara di wilayah Asia Tenggara untuk segera meningkatkan tindakan agresif untuk memerangi COVID-19, karena kasus yang dikonfirmasi melewati 480, dan penyakit ini merenggut delapan nyawa.

"Situasinya berkembang pesat. Kita perlu segera meningkatkan semua upaya untuk mencegah virus agar tidak menginfeksi lebih banyak orang," kata Dr Poonam Khetrapal Singh, Direktur Regional WHO Wilayah Asia Tenggara.

Delapan dari 11 negara di wilayah Asia Tenggara telah mengonfirmasi kasus COVID-19.

Sementara Thailand memiliki 177 kasus yang dikonfirmasi, Indonesia 134, India 125, Sri Lanka 19, Maladewa 13, Bangladesh 5, Nepal dan Bhutan masing-masing satu. Angka-angka ini meningkat dengan cepat.

"Lebih banyak kelompok penularan virus sedang dikonfirmasi. Meskipun ini merupakan indikasi pengawasan yang efektif dan waspada. Ini juga menyoroti kebutuhan akan upaya yang lebih agresif dan seluruh masyarakat untuk mencegah penyebaran COVID-19 lebih lanjut. Kami jelas membutuhkan untuk melakukan upaya yang lebih banyak dan segera, " kata Direktur Regional.

Baca juga: Dubes China sebut semakin banyak pasien sembuh dari virus corona
Baca juga: China uji kekuatannya di Asia Tenggara di tengah wabah virus corona


Melihat angka-angkanya, beberapa negara jelas menuju transmisi komunitas COVID-19, Direktur Regional mengatakan, menambahkan ini sebaiknya dicegah.

Yang sangat penting adalah upaya berkelanjutan untuk mendeteksi, menguji, merawat, mengisolasi, dan melacak kontak. Tindakan kesehatan masyarakat yang sederhana sangat penting.

Mempraktikkan kebersihan tangan, menutupi batuk dan bersin Anda, dan berlatih menjaga jarak sosial harus ditekankan, kata Khetrapal Singh.

"Upaya-upaya tersebut yang berpotensi mengurangi transmisi secara substansial." kata dia.

Namun, jika penularan komunitas terjadi, negara-negara akan perlu menyesuaikan respons mereka untuk memperlambat penularan, serta mengakhiri wabah.

Mekanisme darurat perlu ditingkatkan lebih lanjut. Jaringan fasilitas kesehatan dan rumah sakit untuk lonjakan perlu diaktifkan untuk menghindari kepadatan.

Isolasi yang diprakarsai sendiri oleh orang dengan penyakit ringan akan terus menjadi intervensi masyarakat yang paling penting untuk mengurangi beban pada sistem kesehatan dan mengurangi penularan virus.

Pengujian semua kasus yang dicurigai dan yang dikonfirmasi masih diperlukan.

"Kita perlu diarahkan untuk menanggapi situasi yang berkembang dengan tujuan untuk menghentikan penularan COVID-19 sedini mungkin untuk meminimalkan dampak virus yang telah mencengkeram lebih dari 150 negara dalam rentang waktu singkat, yang menyebabkan kerugian besar pada kesehatan, masyarakat, negara, dan ekonomi. Tindakan mendesak dan agresif adalah kebutuhan saat ini. Kita perlu bertindak sekarang, ”kata Direktur Regional.

Baca juga: AS tunda KTT dengan pemimpin ASEAN di tengah wabah corona
Baca juga: Deng Xijun tegaskan wabah corona tak pengaruhi hubungan China-ASEAN

 

Penerjemah: Azis Kurmala
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Masjid dibuka kembali, ini fatwa MUI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar