EU berupaya cegah AS ambil alih perusahaan riset vaksin corona

EU berupaya cegah AS ambil alih perusahaan riset vaksin corona

Vaksin corona dikembangkan (Ant)

Para pemimpin akan membahas apa yang dapat dilakukan untuk mencegah pengambilalihan jahat oleh perusahaan-perusahaan AS di bidang penelitian
Brussels (ANTARA) - Para pemimpin Uni Eropa (EU) pada Selasa akan membahas upaya untuk mencegah AS mengambil alih perusahaan-perusahaan riset yang berbasis di EU yang berada di garis depan dalam mengembangkan obat-obatan dan vaksin terhadap virus corona, kata para pejabat.

Pembicaraan itu, yang akan dilakukan melalui konferensi video luar biasa mengenai tanggapan EU terhadap krisis virus, terjadi sehari setelah Komisi Eropa menjanjikan bantuan keuangan kepada sebuah perusahaan Jerman pascamunculnya laporan bahwa Washington berusaha membujuk perusahaan tersebut untuk memindahkan penelitiannya ke Amerika. Serikat.

"Para pemimpin akan membahas apa yang dapat dilakukan untuk mencegah pengambilalihan jahat oleh perusahaan-perusahaan AS di bidang penelitian," kata seorang diplomat, menambahkan bahwa dalam konferensi video jam 5 sore waktu setempat, para pemimpin EU juga akan mempertimbangkan pendanaan baru untuk sektor ini dalam perang melawan virus corona.

Komisi itu pada Senin menjanjikan 80 juta euro ($ 88 juta) kepada CureVac yang berbasis di Jerman, sebuah perusahaan bioteknologi yang menurut eksekutif EU telah mengembangkan teknologi baru yang dapat memangkas biaya vaksin dan memberikan respons cepat terhadap COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru.

Baca juga: Sumber daya langka, Uni Eropa diminta bersatu melawan virus corona
Baca juga: EU belum rencanakan pembatasan perjalanan Schengen terkait corona


Sumber pemerintah Jerman mengatakan pada Minggu bahwa pemerintah AS sedang mencari cara untuk mendapatkan akses ke vaksin potensial yang sedang dikembangkan oleh CureVac.

CureVac mengatakan pada Senin malam bahwa pihaknya belum menerima tawaran pengambilalihan dari Amerika Serikat.

"Ini bukan hanya tentang CureVac. Banyak perusahaan lain juga menjadi perhatian," kata seorang pejabat EU kepada Reuters, merujuk pada agenda konferensi video para pemimpin EU itu.

"Ada kontak yang sangat kuat antara perusahaan dan negara-negara anggota. Kami sedang mencari jalan untuk melangkah bersama," kata pejabat itu.

Sebelumnya pada Maret, Komisi itu berkomitmen hingga 45 juta euro untuk penelitian vaksin dan perawatan virus corona.

"Saya bangga bahwa kami memiliki perusahaan-perusahaan terkemuka seperti CureVac di EU. Rumah mereka ada di sini," kata ketua Komisi EU, Ursula von der Leyen, ketika ia mengumumkan pendanaan EU untuk perusahaan itu.

Pada konferensi video tersebut, para pemimpin EU juga akan membahas langkah-langkah untuk membatasi penyebaran penyakit ini melintasi perbatasan internal dan eksternal blok itu, dan dampak ekonomi yang ditimbulkan wabah pada Eropa.

Sumber: Reuters

Baca juga: Uni Eropa siap dukung penanganan COVID-19 di ASEAN
Baca juga: Akibat virus corona, Arab Saudi tunda penerbangan ke Uni Eropa

Penerjemah: Gusti Nur Cahya Aryani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Vaksin COVID-19 belum ditemukan, masyarakat harus ubah pola hidup

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar