Tenis

Perubahan jadwal French Open tak direspon positif petenis profesional

Perubahan jadwal French Open tak direspon positif petenis profesional

Permukaan lapangan tenis tanah liat Roland Garros ditutupi terpal lantaran hujan deras yang mengguyur area Paris, Prancis, Rabu (5/6/2019) setempat, jelang laga semifinal nomor tunggal putri French Open 2019 antara Simona Halep melawan Amanda Anisimova. (ANTARA/REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Jakarta (ANTARA) - Perubahan jadwal turnamen tenis kelas Grand Slam French Open dari Mei-Juni ke September-Oktober karena terdampak pandemi global COVID-19 tak direspon positif oleh para petenis top dunia.

Hal itu tidak lepas dari fakta bahwa jadwal baru French Open bakal menciptakan bentrok dengan banyak turnamen dalam kalender ATP maupun WTA musim 2020.

French Open yang awalnya dijadwalkan berlangsung 24 Mei s.d. 7 Juni di Roland Garros, Paris, kini digeser ke 20 September s.d. 4 Oktober, atau baru digelar sepekan setelah Grand Slam lainnya U.S. Open rampung.

Baca juga: French Open digeser ke akhir September karena Covid-19
Baca juga: Panpel French Open tidak pertimbangkan pembatalan terkait virus corona


Kini jadwal baru French Open bakal bentrok dengan Laver Cup, ajang beregu yang biasanya mempertemukan tim terbaik Eropa melawan tim terbaik Dunia.

French Open juga akan bentrok dengan ATP Tour di Metz, St. Petersburg, Chengdu, Sofia dan Zhuhai serta WTA Tour di Guangzhou, Seoul, Tokyo dan Wuhan.

"Yang benar saja???" tulis dua kali juara Grand Slam Naomi Osaka dalam bahasa Prancis melalui akun Twitter pribadinya, @naomiosaka.

"Sekali lagi, kami tahunya dari Twitter," cuit petenis Argentina Diego Schwartzman dalam bahasa Spanyol di Twitter pribadinya, @dieschwartzman.
Petenis Kanada Vasek Pospisil, yang menduduki kursi Dewan Pemain ATP, juga sempat merespon keputusan itu dengan reaksi keras bahkan mengkiritik minimnya komunikasi dari penyelenggara ke pemain di ATP.

"Ini gila. Pengumuman besar Roland Garros mengubah jadwal sepekan setelah U.S. Open. Tak ada komunikasi dengan pemain di ATP..kami TAK PUNYA suara di olahraga ini. Sudah saatnya. #UniteThePlayers," demikian cuit Pospisil dalam akun Twitter pribadinya, @VasekPospisil.

Tetapi belakangan ia menghapus cuitan tersebut dan mengeluarkan komentar yang lebih diplomatis sembari menyebut dirinya berusaha untuk tak bersikap arogan yang bisa membuat keadaan lebih negatif.
"Ini saat yang sulit. Semua orang terdampak musibah ini. Meningkatkan komunikasi dan bekerja sama mencari solusi seharusnya jadi prioritas. Saya tak ingin tergesa-gesa dan mengambil sikap egois/arogan yang bisa mempengaruhi musim menjadi lebih buruk. #RolandGarros," cuit Pospisil beberapa jam berselang.

Pihak panitia penyelenggara French Open bersikeras sudah berkomunikasi dengan ATP, WTA maupun ITF mengenai keputusan mereka menggeser jadwal ke September-Oktober.

Baca juga: WTA Tour ditangguhkan hingga 2 Mei
Baca juga: Virus corona paksa ATP ubah kalender turnamen Challenger

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kisah Christopher Rungkat tembus babak utama Wimbledon

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar