Pemilik indekos selektif pilih penyewa cegah COVID-19 di Jakarta

Pemilik indekos selektif pilih penyewa cegah COVID-19 di Jakarta

Leni (67) salah seorang pemilik indekos di kawasan Pasar Baru Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Sejak virus ini merebak di Jakarta, saya jadi khawatir dan selektif betul
Jakarta (ANTARA) - Pemilik indekos atau rumah kos di wilayah Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat melakukan tindakan selektif dalam menerima calon penyewa untuk meminimalisir penyebaran virus corona atau COVID-19.

"Sejak virus ini merebak di Jakarta, saya jadi khawatir dan selektif betul dalam menerima calon penyewa kamar," kata salah seorang pemilik indekos, Leni (67), di Jakarta Pusat, Rabu

Cara selektif yang dilakukan ialah menanyakan riwayat perjalanan, tempat kerja, asal usul termasuk memperhatikan secara kasat mata tanda-tanda atau gejala penyakit tertentu dari calon penyewa kamar.

"Misalnya saat berkomunikasi dia bersin, batuk dan sebagainya maka saya tolak secara halus agar dia juga tidak merasa tersinggung," ujar dia.

Baca juga: Gugus Tugas: Hentikan perdebatan soal penanganan COVID-19

Selain itu, Leni mengaku secara rutin terus menjaga kebersihan lingkungan indekos.

Para penyewa juga sudah memiliki kesadaran dengan menyediakan hand sanitizer atau pembersih tangan.

Sejak pemerintah menetapkan kebijakan karyawan untuk bekerja di rumah, sebagian penyewa indekos miliknya memilih pulang ke kampung halaman masing-masing.

"Ada yang pulang ke Bandung, Bogor dan Medan," ujar dia.

Baca juga: Kantor Wali Kota Jakarta Barat hingga masjid disemprot disinfektan

Indekos yang dikelolanya sejak 2018 tersebut memiliki delapan kamar dilengkapi ventilasi atau ruang pergantian udara. Terkait harga sewa kamar, Leni mematok Rp800 ribu per bulan.

Pengelola indekos lainnya, Hendra mengatakan hingga kini belum ada pembatasan untuk menerima calon penyewa kamar.

Namun, ke depan bisa saja diterapkan mengingat dampak COVID-19 makin meluas.

"Mungkin akan ada pertimbangan pembatasan dulu karena kami juga khawatir calon penyewa itu bisa saja terinfeksi virus," ujar dia.

Baca juga: Permintaan penyemprotan disinfektan tinggi di Jaksel

Ia mengatakan total terdapat 12 kamar kos, dua di antaranya masih kosong karena penyewa sebelumnya pindah.

Setiap kamar dilengkapi ventilasi dan pendingin ruangan (Air Conditioner/AC). Terkait kebersihan, setiap harinya selalu ada petugas yang membersihkan dan mengambil sampah.

"Untuk harga sewa kamar beda-beda mulai dari Rp1,6 juta hingga Rp1,7 juta per bulan," katanya.

Sementara itu, salah seorang penyewa indekos di Jakarta Pusat Asep, mengaku cukup waswas sejak wabah virus asal China tersebut mulai merebak di Tanah Air.

Baca juga: Masjid Istiqlal Jakarta tetap laksanakan ibadah shalat Jumat

"Saya jadi khawatir juga, apalagi kalau ada calon penyewa baru karena kita tidak tau dia sehat atau malah terinfeksi," kata dia.

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

COVID-19 DKI terkini, pasien sembuh bertambah menjadi 8.036 orang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar