Jakarta (ANTARA) - Penyelenggara Laver Cup mengatakan turnamen ekshibisi tersebut akan tetap berlangsung pada September sesuai rencana, meskipun French Open mengubah jadwal ke tanggal yang sama.

Dikutip dari Reuters, di Jakarta, Rabu, secara mengejutkan penyelenggara French Open pada Selasa (17/3) menunda turnamen Grand Slam lapangan tanah liat di Roland Garros, dari Mei ke akhir September karena pandemi virus corona.

Baca juga: Tim Eropa juara Laver Cup ketiga kalinya

Perubahan tersebut membuat French Open digelar sepekan setelah final US Open dan berakibat bentrok dengan jadwal turnamen ATP di Metz, St. Petersburg, Chengdu, Sofia, dan Zhuhai serta turnamen WTA di Guangzhou, Seoul, Tokyo, dan Wuhan.

Sementara, berubahnya jadwal French Open juga berbenturan dengan penyelenggaraan Laver Cup yang berlangsung pada 25 hingga 27 September, turnamen ekshibisi garapan bersama Roger Federer, yang selalu menghadirkan bintang tenis Swis tersebut bersama salah satu dari Rafa Nadal atau Novak Djokovic.

Baca juga: Lanjutan Laver Cup, Tim Eropa memimpin 7-5 atas Tim Dunia

Penyelenggara Laver Cup mengaku terkejut mengenai perubahan jadwal Roland Garros yang bergeser ke 20 September sampai 4 Oktober, akibat wabah virus corona.

“Pengumuman ini mengejutkan kami, juga partner kami, tenis Australia, USTA dan ATP. Hal tersebut menimbulkan banyak pertanyaan dan kami sedang menilai situasinya,” kata mereka dalam pernyataan.

“Saat ini, kami ingin penggemar kami, sponsor, broadcaster, staf, relawan, pemain dan kota Boston mengetahui bahwa kami berniat menyelenggarakan Laver Cup 2020 sesuai dengan rencana.”

Baca juga: French Open digeser ke akhir September karena Covid-19

Baca juga: Perubahan jadwal French Open tak direspon positif petenis profesional


Turnamen putra ATP Tour, puteri WTA Tour dan ITF belum menanggapi secara terbuka tentang langkah tersebut, namun beberapa pemain telah bersuara di media sosial mengkritik minimnya perundingan.

Petenis Kanada, Vasek Pospisil, yang juga anggota Dewan Pemain ATP, mengecam keputusan Federasi Tenis Prancis (FFT) dan mengatakan itu sebagai tindakan "egois" dan "angkuh".

"Masalah saya dengan keputusan RG terkait proses dimana hal itu diputuskan," postingnya di Twitter. “Tour perlu bekerja sama jika itu fungsinya, dengan baik. Sekarang lebih dari sebelumnya."

Baca juga: Wimbledon tetap sesuai jadwal kendati French Open diundur

Pewarta: Fitri Supratiwi dan Naufal Difaudin
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2020