Sekolah Relawan bantu makanan untuk paramedis

Sekolah Relawan bantu makanan untuk paramedis

Delegasi dari Sekolah Relawan memberikan bantuan makanan kepada petugas medis di rumah sakit rujukan penanganan wabah penyakit diakibatkan virus corona (COVID-19) di Jakarta, Rabu (18/3/2020). (ANTARA/HO-Humas Sekolah Relawan)

Jakarta (ANTARA) - Sekolah Relawan bersama Kitabisa.com memberikan bantuan makanan dan buah segar untuk para dokter, perawat dan paramedis lainnya di sejumlah rumah sakit di Jakarta yang menangani wabah virus corona (COVID-19).

CEO Sekolah Relawan Dony Aryanto saat dikonfirmasi, Kamis, mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan kepada para "frontliner" medis yang berjuang di garis depan saat corona mewabah.

"Kami mendatangi empat rumah sakit untuk memberikan suplai makanan, yakni RSPI Sulianti Saroso, RS Fatmawati, RSUP Persahabatan dan RSPAD Gatot Subroto," kata Dony.

Ia mengatakan, rumah sakit itu mendapat paket makan malam yang berisi nasi padat lauk, buah segar dan kopi untuk 50 paramedis.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni Selasa (17/3), relawan mendatangi tiga rumah sakit, yakni RSPI Sulianti Saroso, RS Fatmawati dan RSUP Persahabatan.

Baca juga: Dua lagi pasien positif COVID-19 di RSUP Persahabatan sembuh

Pada Rabu (18/3) relawan menyuplai makanan untuk paramedis di RS Fatmawati, RSUP Persahabatan dan RSPAD Gatot Subroto.

Dalam satu hari, total ada 150 paket makanan, 150 cangkir kopi dan enam bingkisan (parcel) yang diberikan oleh relawan.

"Aksi ini untuk menunjukkan dukungan dan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap perjuangan dan kerja keras petugas medis dalam menangani virus corona di Indonesia," kata Izhar.

Selain menyediakan stok makanan, relawan juga melakukan aksi solidaritas dengan membentangkan poster-poster berisi ucapan terima kasih kepada seluruh petugas medis di Indonesia.

"Kami juga berencana membagikan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis," kata Izhar.

Menurut Izhar, selama dua hari melakukan pembagian stok makanan tersebut, pihak rumah sakit menanggapi positif walau para relawan tidak bisa masuk menemui paramedis, hanya bisa menyerahkan paket kepada petugas Satpam.

"Respon mereka sangat senang, di tengah kepanikan masal, masyarakat masih ada yang memberikan dukungan positif dan kepedulian terhadap para 'frontliner' yang bertugas," kata Izhar.
Baca juga: RSUP Persahabatan Ingin Jadi RS Respirasi Kelas Dunia

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sejumlah sekolah di Pandeglang kembali tiadakan pembelajaran tatap muka

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar