Gubernur Sulsel apresiasi penundaan ijtima se-Asia terkait COVID-19

Gubernur Sulsel apresiasi penundaan ijtima se-Asia terkait COVID-19

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah bersama Pangdam dan Kapolda Sulsel memberikan keterangan pers terkait penundaan Ijtima se-Asia, Kamis,(19/3).ANTARA/HO/Humas Pemprov Sulsel

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah memberikan apresiasi kepada para panitia dan peserta terkait penundaan dan pembatalan ijtima se-Asia sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona baru atau COVID-19.

Gubernur Nurdin Abdullah mengaku, virus corona  ini menjadi keprihatinan semua pihak dan Presiden sudah menginstruksikan, ini merupakan bencana nasional yang tentu bisa kita atasi dengan disiplin, dan melakukan social distancing.

"Harus ada kesungguhan dan keprihatinan semua melalui kedisiplinan. Saya sekali lagi terima kasih kepada seluruh peserta Ijtima Zona Asia, yang tentu ini sesuatu yang kita tidak pernah bayangkan. Tetapi karena kondisi negara kita, maka semuanya harus mengalah," kata Nurdin Abdullah dalam keterangan resminya, Kamis..

Baca juga: Peserta Ijtima Asia dari mancanegara dikarantina di hotel

Penundaan kegiatan ini, lanjutnya, merupakan sebuah langkah untuk memotong rantai dan menghindari keramaian, yang dikhawatirkan berdampak pada penyebaran virus corona.

Ketua Panitia Ijtima Dunia 2020 Zona Asia Ali Yubra, mengatakan, berdasarkan anjuran dari pemerintah dalam rangka membatasi penyebaran virus corona, maka pelaksana Ijtima Asia menunda kegiatan Ijtima, dengan langkah-langkah yang telah disiapkan.

Adapun poin penting dalam pembatalan tersebut, kata Ali Yubra, pertama adalah membatalkan kedatangan ulama-ulama dari Bangladesh dan Pakistan, yang sudah dilakukan panitia.

"Ulama-ulama dari Bangladesh dan Pakistan mestinya datang tanggal 18 Maret kemarin, tapi kita batalkan," ujarnya.

Baca juga: Sulsel kawal ketat pemulangan peserta Ijtima se-Asia

Selanjutnya, adalah mempercepat proses pemulangan peserta warga negara asing yang tidak ada di medan Ijtima. Sedangkan terhadap warga negara asing yang sudah ada di tempat Ijtima, telah disiapkan tempat khusus untuk mengisolasi, agar terpisah dari orang-orang lokal, dan melakukan pengawasan dengan cara menyediakan tenaga medis untuk memantau kesehatan mereka.

"Yang perlu kami sampaikan, jamaah-jamaah asing yang telah hadir di medan Ijtima ini adalah mereka yang sudah berada di Indonesia dua atau tiga bulan yang lalu, yang visanya masih berlaku, sebelum menyebarnya virus corona," jelasnya.

Adapun untuk jamaah lokal, lanjut Ali Yubra, mereka akan dipulangkan secara bertahap secepatnya ke daerah asal mereka masing-masing.

"Demikian penyampaian ini kami sampaikan, semoga Allah SWT menyelamatkan kita semua dari wabah ini, dan semoga memberikan kebahagiaan sempurna kepada kita semua di dunia dan di akhirat," ucapnya.**

Baca juga: Gowa siap fasilitasi pemulangan 8.694 peserta Ijtima Asia
Baca juga: Soal Ijtima di Gowa terancam corona, MUI ajak penundaan
Baca juga: Wapres Ma'ruf imbau masyarakat utamakan keselamatan dalam beribadah

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden minta ada terobosan penanganan COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar