Jumlah warga Padang yang berstatus ODP Corona meningkat jadi 435

Jumlah warga Padang yang berstatus ODP Corona meningkat jadi 435

Petugas kesehatan berjalan di depan ruang isolasi RSUP M Djamil Padang. ANTARA/Iggoy El Fitra

jaga jarak satu meter, selalu gunakan masker
Padang, (ANTARA) - Jumlah warga Padang yang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) corona meningkat jadi 435 orang hingga 18 Maret 2020 berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan setempat.

"ODP adalah mereka yang baru saja bepergian ke daerah yang terjangkit corona namun tidak sakit dan saat kedatangan di bandara kondisi suhu tubuhnya normal," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani di Padang, Kamis.

Ia menyebutkan ada delapan daerah yang berstatus positif terjangkit corona yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Bali dan Yogyakarta.

Feri menyampaikan data yang dihimpun merupakan mereka yang didata di Bandara Internasional Minangkabau.

Ia mengakui ada banyak orang yang pulang berpergian dari daerah yang terjangkit positif namun tidak terdeteksi.

Baca juga: Padang pindahkan proses belajar siswa ke rumah dua pekan ke depan
Baca juga: Penumpang pesawat Air Asia dirujuk ke RSUP M Djamil meninggal dunia


Dinas Kesehatan mengimbau warga Padang yang berstatus ODP untuk melakukan isolasi secara mandiri selama 14 hari.

Bagi warga Padang yang berasal dari delapan provinsi yang sudah terjangkit namun belum terdata diminta melapor secara mandiri melalui layanan telepon 081261239600 ," katanya mengimbau.

"Mereka diminta tidak berkontak dengan orang lain, kalau pun iya jaga jarak satu meter, selalu gunakan masker dan ketika bersin gunakan etika yaitu menutup mulut," ujarnya.

Sementara jumlah hingga 18 Maret 2020 terdapat satu warga berstatus pasien dalam pengawasan corona di Padang yang hingga saat ini masih menunggu hasil tes laboratorium dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan.

Pada sisi lain dari 435 warga Padang berstatus ODP sebanyak 22 orang sudah selesai dipantau karena sudah melewati 14 hari dari masa bepergian.

Feri menambahkan hingga saat ini belum ada satu pun warga Padang yang berstatus positif corona.

Baca juga: Semen Padang vaksin karyawan antisipasi COVID-19
Baca juga: Ceramah Isra' Mi'raj UAS di Padang Panjang batal antisipasi COVID-19


Sejalan dengan itu Pemerintah Kota Padang memutuskan untuk memindahkan proses belajar semua siswa tingkat SD hingga SMP di rumah hingga 14 hari ke depan mengantisipasi penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

"Mulai Kamis 19 Maret 2020 diputuskan semua siswa belajar di rumah," kata Wali Kota Padang Mahyeldi.

Menurut dia sekolah yang melakukan proses belajar mengajar di rumah mulai dari TK, PAUD, SD, MI, SLTP, MTs, TPA, dan sederajat.

Ia meminta para orang tua mengawasi anak dan tidak dibolehkan untuk berkeliaran di luar rumah serta memastikan anak-anaknya untuk tidak keluar rumah.

Baca juga: Penerbangan Kuala Lumpur - Padang dihentikan sementara
Baca juga: Padang siapkan 1.000 relawan mitigasi corona

Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Berstatus dalam pengawasan, 43 orang di Jabar jalani observasi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar