Seorang mahasiswa di Sukoharjo tersangka ujaran kebencian ke presiden

Seorang mahasiswa di Sukoharjo tersangka ujaran kebencian ke presiden

Kepala Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah AKBP Agung Prabowo tangkapan layar unggahan yang berisi ujaran kebencian oleh oknum mahasiswa, di Semarang, Kamis (19/3/2020). (ANTARA/ I.C.Senjaya)

Unggahan tersebut menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan
Semarang (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menetapkan seorang mahasiswa salah satu universitas swasta di Sukoharjo atas dugaan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui media sosial.

"Tersangka berinisial MHP, saat ini sudah ditahan," kata Kepala Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah AKBP Agung Prabowo, di Semarang, Kamis.

Menurut dia, pengungkapan tersebut berdasarkan dari laporan awal di Polres Sukoharjo tentang dugaan unggahan status instastory pemilik akun @_belummati.
Baca juga: Polisi tetapkan tersangka terhadap perempuan penghina Presiden

Berdasarkan laporan awal itu, petugas kemudian menelusuri akun instagram yang dimaksud.

Menurut dia, sebelum dilakukan penindakan, penyidik melakukan gelar perkara untuk memastikan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan dalam unggahan itu, sebelum akhirnya menangkap tersangka.

"Jadi tidak langsung ditangkap, tapi kami laksanakan gelar perkara dulu," katanya.

MHP ditangkap di tempat indekosnya di Laweyan, Kota Surakarta pada 13 Maret 2020.

Bersama dengan tersangka, polisi juga menyertakan tangkapan layar dalam status instagram tersangka sebagai barang bukti.

"Unggahan tersebut menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan," katanya.
Baca juga: Romi divonis 18 bulan terkait ujaran kebencian pada Presiden

Tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar