Imam Besar: yang tidak Shalat Jumat tingkatkan ibadah di rumah

Imam Besar: yang tidak Shalat Jumat tingkatkan ibadah di rumah

Kawasan Masjid Istiqlal Jakarta tampak sepi dari pengunjung. ANTARA/Muhammad Zulfikar/am.

Bagi para laki-laki yang tidak shalat Jumat hari ini sangat dianjurkan untuk memperpanjang ibadahnya di rumahnya masing-masin
Jakarta (ANTARA) - Imam besar Masjid Istiqlal KH Prof Nasaruddin Umar menganjurkan agar umat Islam yang tidak melakukan Shalat Jumat untuk mengantisipasi penyebaran virus corona penyebab COVID-19, dapat meningkatkan ibadah di rumah masing-masing.

"Bagi para laki-laki yang tidak shalat Jumat hari ini sangat dianjurkan untuk memperpanjang ibadahnya di rumahnya masing-masing," kata Nasaruddin dalam konferensi pers bersama Gugas Tugas Penanganan COVID-19 di Kantor Graha BNPB, Jakarta, Jumat.

Nasaruddin menuturkan peningkatan kualitas ibadah di rumah dapat dilakukan dengan cara antara lain mengaji, berdoa lebih banyak, berwirid, dan shalat sunah.

"Insya Allah, Allah maha mengerti dan maha tahu tentang kondisi kita," ujarnya.

Ia berharap apa yang disampaikan tersebut dapat menjadi perhatian dari sesama umat Islam di Tanah Air.

Baca juga: Imam Masjid Istiqlal jelaskan anjuran Nabi soal ibadah di masa bencana

Masjid Istiqlal meniadakan Shalat Jumat untuk dua pekan ke depan, menyusul imbauan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada masjid-masjid di Jakarta untuk menunda kegiatan shalat berjemaah dan ibadah bersama lainnya untuk mencegah penyebaran virus corona penyebab COVID-19.

Salah satu langkah pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19 adalah menghindari kerumunan. Sementara itu, dalam shalat berjemaah, orang-orang tentu akan berkumpul.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada masjid-masjid di Jakarta untuk menunda kegiatan shalat berjemaah dan ibadah bersama lainnya untuk dalam mengantisipasi penyebaran Virus Corona (COVID-19).

Baca juga: Imam Besar Istiqlal ungkap alasan tiadakan shalat Jumat

Anies juga mengimbau ibadah rutin umat Kristiani (Katolik maupun Protestan) serta umat Budha yang dijalankan dengan melibatkan banyak orang atau secara massal ditunda dalam waktu dua pekan terkait makin merebaknya virus Corona penyebab COVID-19 di ibu kota negara.

Presiden Joko Widodo menegaskan demi mencegah penyebaran penyakit saluran pernafasan karena virus corona jenis baru (COVID-19), masyarakat harus patuh untuk menjaga jarak satu sama lain.

"Pertama, prioritas kita adalah mencegah penyebaran COVID-19 lebih luas lagi. Oleh sebab itu penting untuk dilakukan, yaitu mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat lain. Kita terus menggencarkan sosialisasi untuk menjaga jarak atau 'social distancing' dan mengurangi kerumunan yang membawa risiko penyebaran COVID-19," kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Kamis.


Baca juga: Istiqlal komunikasi dengan sejumlah imam besar soal shalat Jumat
Baca juga: Masjid Istiqlal tiadakan Shalat Jumat dua pekan

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Angka kesembuhan naik, rumah sakit dan masyarakat dinilai kian tanggap

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar