Pejabat Polda tatap muka dengan pemangku kepentingan terkait corona

Pejabat Polda tatap muka dengan pemangku kepentingan terkait corona

Direktur Intelkam Polda Papua, Kombes Pol Alfred Papare berpose bersama dengan pemangku kepentingan usai tatap muka dan berbagi informasi terkait pencegahan virus corona di Kota Jayapura, Papua. (ANTARA /HO-Humas Polda Papua)

Jayapura (ANTARA) - Direktorat Intelkam Polda Papua menggelar tatap muka dan berbagi informasi dengan sejumlah instansi terkait guna pencegahan penyebaran virus corona di Kota Jayapura, Papua.

Tatap muka dan berbagai informasi itu digelar di Kota Jayapura yang di antaranya melibatkan Pelni Jayapura, Pelindo Jayapura dan Angkasa Pura 1.

Direktur Intelkam Polda Papua, Kombes Pol Alfred Papare di Kota Jayapura, Jumat, mengatakan pertemuan itu dilakukan menyusul keluarnya surat pernyataan status siaga darurat pengendalian corona virus disease (COVID-19) oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua, Klemen Tinal.

"Khusus di Direktorat Intelkam Polda Papua ada subdit yang menangani masalah warga negara asing atau WNA baik yang masuk dari laut maupun udara," katanya.

Mantan Kapolres Jayapura Kota itu mengaku telah memerintahkan para Kasat di jajaran Intelkam Polda Papua untuk mengecek rumah sakit rujukan COVID-19.

"Dan telah menerima laporan dari para kasat jajaran bahwa terdapat tiga rumah sakit yang dijadikan rujukan antara lain Rumah sakit Nabire, Merauke dan Jayapura.
Saya sudah memerintahkan ke jajaran kita untuk memonitor di rumah sakit terkait permasalahan virus corona ini,” kata Alfred.

Kepala Pelni Jayapura, Hariyanto Sembiring mengatakan dalam mengurus perijinan untuk kapal maupun orang asing sebelum kapal sandar di pelabuhan itu harus diperiksa dari pihak karantina, guna pencegahan virus atau penyakit yang tanpa sengaja terbawa oleh penumpang atau awak kapal.

“Terkait virus corona ini setiap penumpang yang turun ke Pelabuhan Jayapura akan di periksa suhu tubuhnya dan apabila suhu tubuhnya di atas 38 derajat akan diisolasi dan akan dilakukan penanganan yang serius,” katanya

Menurut dia, pemeriksaan suhu tubuh setiap penumpang yang turun di Pelabuhan Jayapura, tetap dilakukan pemantauan.

“Kalau alat pengukur suhu tubuh kami punya ada enam hingga delapan unit, kalau untuk mensosialisasikan ke media elektronik untuk saat ini kami belum melakukannya,” kata Hariyanto.

Sementara itu, Kepala Pelindo Jayapura, Sony Uktor Sea, mengakui bahwa Pelindo hanya mengurus bidang peti kemas (bahan pokok) sesuai dengan SOP.

"Kami hanya khawatir jika adanya indikasi kenaikan harga barang yang disebabkan lock down akibat dari virus corona sehingga menyebabkan masyarakat panik dan melakukan pembelian sembako dalam jumlah besar," kata Sony.

Sedangkan, perwakilan Angkasa Pura 1, Zulkifli mengungkapkan jika pihaknya telah melakukan penyemprotan obat disinfektan kepada para penumpang yang datang dan pergi maupun di ruang kedatangan dan keberangkatan di Bandara Udara Sentani.

"Penyemprotan disinfektan dan jarak antara satu penumpang dengan penumpang yang lain dengan jarak satu meter. Kami lakukan itu di ruang transit dan kedatangan," katanya.

"Kami hanya melakukan pengecekan suhu badan dan telah mengaktifkan Emergency Operation Center (ECO). Terakhir kami pastikan dalam satu minggu ini akan tiba alat untuk memeriksa virus corona tanpa harus kirim ke Jakarta," katanya lagi.

Baca juga: Istiqlal komunikasi dengan sejumlah imam besar soal shalat Jumat

Baca juga: PMI Depok lakukan penyemprotan disinfektan cegah penyebaran COVID-19

Baca juga: KJRI Kuching imbau WNI pulang ke Indonesia hindari "overstay"

Baca juga: Upacara adat Labuhan Merapi akan digelar tanpa acara hiburan

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Senam bersama pasien reaktif COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar