Khamenei sebut sanksi AS memaksa Iran menjadi "mandiri"

Khamenei sebut sanksi AS memaksa Iran menjadi "mandiri"

Menlu Iran Mohammad Javad Zarif (Antaranews)

Iran mendapat manfaat dari sanksi Amerika. Itu membuat kita mandiri di semua bidang,
Dubai (ANTARA) - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dalam pidato siaran langsung di stasiun televisi pemerintah untuk memulai tahun baru Iran, mengatakan sanksi Amerika Serikat telah memaksa negara itu untuk menjadi mandiri.

Khamenei pun menyerukan kepada seluruh warga Iran untuk melestarikan persatuan.

"Dengan persatuan, kita meninggalkan tahun yang sangat sulit ... Saya berterima kasih kepada warga Iran karena menunjukkan sikap persatuan dan solidaritas yang signifikan ... Saya menyebut tahun baru ini, tahun lompatan produksi," kata Khamenei.

"Iran mendapat manfaat dari sanksi Amerika. Itu membuat kita mandiri di semua bidang," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif meyakini Iran mampu mengatasi virus corona yang melanda negeri di tengah sanksi maupun pembatasan yang tidak adil oleh pemerintah Amerika Serikat.

Ia mengungkapkan bahwa orang Iran yang mengandalkan ribuan tahun peradaban dan ketahanan nasional yang bersatu akan mengatasi tantangan ini dan muncul sebagai komunitas yang lebih kuat dan lebih berbelas kasih.

"Dengan sepenuh hati saya berharap hal yang sama untuk semua. Sebagai sesama manusia kita harus mampu mengadopsi pendekatan yang lebih empatik dan lebih bijaksana terhadap satu sama lain serta saling menghormati," ujar Menlu Javad Zarif dalam video pesan yang diterima ANTARA dari Kedutaan Besar Iran di Jakarta, Kamis.

Iran saat ini adalah negara yang paling banyak dijatuhi sanksi dalam sejarah dan sanksi itu tidak sejalan dengan keputusan PBB.

"Embargo ekonomi terhadap Iran menghambat semua perdagangan yang sah dan merampas kita dari sumber daya sendiri yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan rakyat termasuk kesehatan dan mata pencaharian mereka," ujar dia.

Bahkan di tengah pandemi ini, kata dia, pemerintah AS telah sepenuhnya menolak untuk menghapus sanksi terhadap Iran.

Akibatnya, Iran tidak mungkin dapat membeli obat-obatan dan peralatan medis.

"Dibutuhkan keberanian dan moral yang nyata, jika kita ingin menjadikan dunia yang lebih baik untuk keluar dari ancaman COVID-19. Sangat penting bahwa kita mengambil kesempatan untuk menempa jalan baru," ujar Menlu Javad Zarif.

Baca juga: Setiap 10 menit, satu orang meninggal di Iran karena COVID-19

Baca juga: Menlu Indonesia, Iran bahas perkembangan COVID-19

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar