Pelintas WNA dari Timor Leste mulai diberlakukan wajib VISA

Pelintas WNA dari Timor Leste mulai diberlakukan wajib VISA

Sejumlah warga sedang memanfaatkan pelayanan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota Ain di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur yang merupakan kawasan perbatasan dengan Timor Leste yang ada di Pulau Timor. (ANTARA/HO-BPPN PLBN Mota Ain)

Kupang (ANTARA) - Para pelintas warga negara asing (WNA) dari Timor Leste yang masuk ke Indonesia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai diberlakukan wajib memiliki VISA.

Hal tersebut dikemukakan Pelaksana Tugas Adminstrator Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) PLBN Mota Ain di Kabupaten Belu, Engelbertus Klau, kepada ANTARA, Jumat (20/3), terkait kebijakan wajib VISA yang diterapkan untuk pelintas WNA dari Timor Leste.

"Mulai Jumat hari ini Permenkumham Nomor 8 Tahun 2020 sudah berlaku terkait dengan pelintas WNA dari Timor Leste di mana mereka dikenakan wajib VISA," katanya.

Untuk pengurusan VISA di KBRI di Dili, ibu kota Timor Leste juga harus dilampirkan surat keterangan sehat dari dokter bahwa pelintas tersebut bebas dari Virus Corona (COVID-19), katanya.

Dia mengatakan, hal ini sebagai langka pengawasan yang baik untuk mencegah masuknya COVID-19 dari negara yang berbatasan wilayah laut dan darat dengan Nusa Tenggara Timur itu.

"Sebelumnya memang diberlakukan bebas VISA bagi WNA yang masuk dari Timor Leste, tetapi sekarang sudah wajib VISA disertai surat keterangan sehat atau bebas dari COVID-19," katanya.

Baca juga: Presiden Jokowi: Pemerintah siapkan dua jenis obat untuk COVID-19

Pihak Timor Leste sendiri, lanjut dia, telah menerapkan kebijakan karantina kawasan (lockdown) mulai Kamis (19/3) kemarin untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Meskipun kebijakan tersebut diambil secara sepihak sehingga kami juga kaget, namun saat ditutup masih ada pelintas yang melintas di perbatasan," katanya.

Engelbertus mengatakan, untuk saat ini pelayanan lainnya di PLBN Mota Ain masih berjalan seperti biasa karena belum ada perintah dari pemerintah pusat untuk menutup kawasan perbatasan.

Dia mengatakan, pihaknya telah memperketat pemeriksaan bagi setiap pelintas untuk mencegah penyebaran COVID-19 dari negara tetangga itu.

"Selain itu kami juga akan menerapkan car wash untuk memeriksa dan membersihkan setiap kendaraan yang masuk," katanya.

Baca juga: Mendagri siapkan gedung di daerah untuk ruang isolasi cadangan

Baca juga: Presiden Jokowi: Pemerintah siapkan dua jenis obat untuk COVID-19

Baca juga: Presiden: Jakarta Selatan tempat pertama tes cepat COVID-19

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dinkes Kalteng: Prokes kunci utama pencegahan COVID varian baru

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar