Siswa SMAK racik hand sanitizer untuk Masjid Raya Sumbar

Siswa SMAK racik hand sanitizer untuk Masjid Raya Sumbar

Siswa dan guru SMAK Padang bersama Wagub Sumbar Nasrul Abit di Masjid Raya Sumbar. ANTARA/Miko Elfisha

kalau ada bahan baku, kami siap membantu untuk meracik
Padang (ANTARA) - Siswa Sekolah Menengah Analis Kimia (SMKA) Padang membuat hand sanitizer untuk membantu upaya antisipasi penyebaran coronavirus (COVID-19) di Masjid Raya Sumatera Barat.

"Hand sanitizer ini dibuat tim guru dan siswa. Awalnya untuk kepentingan internal. Kemudian ditambah untuk keluarga siswa dan masyarakat sekitar. Sekarang untuk Masjid Raya Sumbar juga," kata Kepala SMAK Padang, Nasir di Padang, Jumat.

Menurutnya tim guru dan siswa SMAK Padang tidak kesulitan dalam meracik bahan-bahan menjadi hand sanitizer, namun persoalannya adalah bahan baku yang sulit didapat.

"Kalau ada bahan baku, kami siap membantu untuk meracik,"ujarnya.

Baca juga: UMM bagikan cairan pembersih tangan, karya mahasiswa
Baca juga: Cairan pembersih tangan produksi mahasiswa Universitas Brawijaya laris
Baca juga: Sumbar produksi massal hand sanitizer di laboratorium LL Dikti


Hand sanitizer racikan siswa SMAK Padang itu selain digunakan oleh jamaah yang akan menunaikan ibadah shalat Jumat, juga bisa dimanfaatkan jamaah yang sholat berjamaah lima waktu di Masjid Raya Sumbar.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengapresiasi upaya SMAK Padang untuk membantu hand sanitizer bagi masyarakat dan tempat ibadah terbesar di Sumbar itu.

Menurutnya produk pembersih tangan pabrikan saat ini mulai sulit didapat, kalaupun ada harganya sudah tidak masuk akal karena terlalu mahal.

"Peran lembaga pendidikan maupun kesehatan sangat diharapkan pada saat ini untuk mengantisipasi penyebaran coronavirus (COVID-19)," katanya.

Selain SMAK Padang, LL DIKTI wilayah X juga memproduksi hand sanitizer. Hasil produksi bersama Pemprov Sumbar itu rencananya akan dibagikan kepada masyarakat secara gratis.

Baca juga: BPOM ingatkan warga tidak racik sendiri cairan pembersih tangan
Baca juga: Laboratorium DLH Belitung produksi cairan pembersih tangan
Baca juga: SMKN 1 Garut produksi "hand sanitizer" sendiri untuk cegah corona

Pewarta: Miko Elfisha
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bayi usia 6 hari, pasien termuda COVID-19 di NTB

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar