RSUD Murjani siapkan ruang isolasi berkapasitas 16 tempat tidur

RSUD Murjani siapkan ruang isolasi berkapasitas 16 tempat tidur

Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi usai meninjau ruang isolasi dan memimpin rapat di RSUD dr Murjani Sampit, Jumat (20/3/2020). ANTARA/Norjani

saya minta semua ikut membantu pemerintah daerah
Sampit (ANTARA) - RSUD dr Murjani Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah sudah menyiapkan ruang isolasi tambahan dengan total kapasitas 16 tempat tidur untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pasien 'suspect' virus corona jenis COVID-19.

"Besok, empat ruang isolasi dengan 16 tempat tidur ini sudah bisa digunakan. Selanjutnya juga sedang disiapkan di ruang teratai untuk ruang isolasi dengan kapasitas 20 tempat tidur," kata Bupati Supian Hadi usai memimpin rapat di RSUD dr Murjani Sampit, Jumat.

‌Supian didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr Faisal Novendra Cahyanto, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Multazam didampingi manajemen rumah sakit setempat, meninjau penyelesaian ruang isolasi tambahan. Setelah itu, Supian memimpin rapat terkait antisipasi penanganan COVID-19 di rumah sakit setempat.

Supian berharap COVID-19 tidak sampai berjangkit di Kotawaringin Timur. Meski begitu, antisipasi harus tetap dilakukan, diantaranya menyiapkan ruang isolasi dengan kapasitas memadai karena rumah sakit ini menjadi salah satu rujukan penanganan COVID-19.

Baca juga: Pemkab Kotawaringin Timur pantau 11 orang terkait COVID-19
Baca juga: Penanganan pasien "suspect" corona disiapkan di Kotawaringin Timur


Pemerintah daerah segera menyiapkan peralatan tambahan seperti mesin rontgen portable untuk memudahkan tindakan dan mengantisipasi pasien dalam jumlah banyak. Pengadaannya akan dilakukan secara cepat karena diperbolehkan dalam aturan dalam kondisi seperti sekarang.

Alat pelindung diri juga segera ditambah untuk mengantisipasi jika banyaknya kebutuhan akibat pasien yang ditangani cukup banyak. Hal ini penting agar petugas medis yang menangani pasien aman dan tidak sampai tertular COVID-19.

"Mudah-mudahan semua peralatan tambahan yang diperlukan itu segera terpenuhi secara cepat. Kita harus mengantisipasi lebih jauh karena kita juga rumah sakit rujukan bagi daerah lain," kata Supian.

Untuk jangka panjang, Supian mengakui perlu membangun sebuah gedung khusus untuk isolasi penanganan penyakit menular. Hal itu mengantisipasi wabah penyakit menular yang cukup sering terjadi.

Dari sisi sumber daya manusia, Supian mengatakan, RSUD dr Murjani sudah siap. Beberapa tahun lalu, rumah sakit ini juga pernah menangani pasien 'suspect' flu burung dengan protokol medis yang hampir sama dengan penanganan COVID-19 melalui isolasi.

Baca juga: RSUD Murjani Sampit:Seorang dicurigai terpapar corona hasilnya negatif
Baca juga: RSUD Murjani Sampit siap tangani pasien suspect virus corona


Sementara itu untuk penanggulangan secara umum, pemerintah daerah melalui Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 meningkatkan sosialisasi dengan berbagai cara, bahkan hingga ke desa-desa di kawasan pelosok.

Disinfeksi massal juga akan dilakukan secara menyeluruh, terlebih di kawasan-kawasan yang dianggap rawan muncul dan berjangkitnya COVID-19. Pengawasan terhadap orang dalam pengawasan juga ditingkatkan untuk mendeteksi sejak dini potensi munculnya virus tersebut.

Supian bahkan sedang mempertimbangkan pengetatan pemeriksaan di pintu masuk perbatasan Kotawaringin Timur, baik darat, laut dan udara. Jika memungkinkan, penyemprotan disinfektan akan dilakukan terhadap armada dan orang yang masuk ke wilayah Kotawaringin Timur.

Untuk penanganan COVID-19 ini, pemerintah daerah menggunakan dana dari pos anggaran tidak terduga. Dari Rp1 miliar yang tersedia, saat ini sudah terpakai sekitar Rp500 juta untuk berbagai keperluan, khususnya peralatan.

Supian meminta sektor swasta seperti perbankan, pusat perbelanjaan hotel dan lainnya juga aktif membantu. Setidaknya, mereka melakukan pencegahan secara mandiri di lingkungan usaha masing-masing.

"Laporan hari ini ternyata masih ada bank yang tidak menyiapkan tempat cuci tangan, padahal ini salah satu upaya pencegahan penularan. Saya minta semua ikut membantu pemerintah daerah. Ini demi kita semua," demikian Supian.

Baca juga: KKP Sampit imbau masyarakat tidak panik hadapi virus corona
Baca juga: Imigrasi Sampit tingkatkan pengawasan orang asing cegah virus corona
Baca juga: Pekerja bongkar muat Pelabuhan Sampit diminta waspadai virus corona



 

Pewarta: Kasriadi/Norjani
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Doni Monardo paparkan kelompok rentan COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar