Liga Spanyol

Mantan presiden Real Madrid Sanz meninggal setelah tertular corona

Mantan presiden Real Madrid Sanz meninggal setelah tertular corona

Arsip Foto - Presiden Real Madrid Lorenzo Sanz mencium trofi UEFA Cup setelah klubnya berhasi lmengalahkan Juventus 1-0, (20/5/2019). ANTARA/REUTERS/PH/FMS/Michael Urban/aa.

Jakarta (ANTARA) - Mantan presiden Real Madrid Lorenzo Sanz, yang dirawat di rumah sakit karena virus corona, meninggal pada usia 76 tahun, Sabtu, demikian pernyataan sang putra.

Sanz yang bersama di tim raksasa Spanyol itu pada 1995-2000, ketika tim memperoleh dua gelar Liga Champions.

"Ayah saya baru saja meninggal. Ia tidak seharusnya mendapat akhir seperti ini dan dengan cara seperti ini," cuit anaknya Lorenzo Sanz junior sebagaimana disiarkan AFP yang dipantau dari Jakarta, Minggu.

"Salah satu orang terbaik, paling berani, dan pekerja paling keras yang pernah saya lihat. Keluarganya dan Real Madrid adalah semangatnya."

Baca juga: Bos La Liga yakin kompetisi di Eropa main lagi pertengahan Mei
Baca juga: Alaves konfirmasikan 15 kasus positif virus corona


Tiga hari yang lalu, Sanz Jr., mantan pemain bola basket profesional, mengatakan bahwa ayahnya dirawat ke salah satu rumah sakit di Madrid setelah menderita gejala virus corona yang telah menewaskan lebih dari 1.320 orang di Spanyol.

Sanz memperoleh tempat di dewan Real Madrid pada pertengahan 1980an, ketika presidennya Ramon Mendoza.

Ia menggantikan Mendoza sebagai presiden pada 1995.

Dengan Jupp Heynckes sebagai pelatih dan pemain bintang seperti Davor Suker, Roberto Carlos, Clarence Seedorf, Fernando Hierro dan Raul, Real menjuarai Liga Champions pada 1998 dengan mengalahkan Juventus pada final.

Itu adalah Piala Eropa ketujuh mereka namun yang pertama dalam 32 tahun.

Dua tahun kemudian, di Paris, Real memperoleh yang kedelapan dengan mengalahkan Valencia di final.

Akan tetapi, pada tahun yang sama, Sanz disingkirkan dari kursi presiden oleh Florentino Perez, yang membuka era baru di klub tersebut, menambahkan lima Liga Champions lagi dalam dua dekade.

Baca juga: Luka Jovic akan ditangkap jika keluar lagi dari isolasi corona
Baca juga: Krisis virus corona paksa Barcelona potong gaji pemain



Kapten klub saat ini dan pemain nasional Spanyol Sergio Ramos, yang bersama rekan-rekan setimnya sedang menjalani karantina setelah salah satu pemain basket klub tersebut dites positif virus itu, memuji Sanz.

"Hari yang sangat menyedihkan bagi Real Madrid. Lorenzo Sanz terhubung kemarin dan hari ini dengan dua angka sejarah -- 7 dan 8," cuit Ramos mengacu pada gelar kunci Liga Champions tersebut.

"Meninggalnya mengejutkan kami bahkan lebih pada hari-hari sulit ini di mana kita menemukan diri kita. Belasungkawa mendalam saya bagi keluarga dan teman-temannya. Beristirahatlah dengan tenang."
 

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Membentuk generasi pemain bola yang sportif sejak usia dini

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar