Artikel

MRT bagi atlet, baru sebatas mencoba

Oleh A Rauf Andar Adipati/Shofi Ayudiana

MRT bagi atlet, baru sebatas mencoba

Petenis tunggal putra Indonesia Christopher Rungkat mengembalikan bola ke arah lawannya asal Kenya Sheil Kotecha dalam babak play off Grup Dunia II Piala Davis di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (6/3/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Jakarta (ANTARA) - Perkembangan teknologi transportasi massal di Jakarta dalam satu tahun terakhir terbilang cukup pesat.

Selain Transjakarta yang sudah akrab, kini ada satu lagi moda transportasi yang mempermudah aktivitas masyarakat Ibu Kota, yaitu MRT.

MRT adalah singkatan dari Moda Raya Terpadu Jakarta atau dalam bahasa Inggris, Mass Rapid Transit. Kereta listrik ini kini menjadi tumpuan masyarakat terutama yang berada di jalur Lebak Bulus ke Bundaran Hotel Indonesia (HI) atau sebaliknya.

Dengan jalur sepanjang 15,7 kilometer dan 13 stasiun, MRT Jakarta melewati pusat-pusat kegiatan masyarakat, mulai dari perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga salah satu ikon olahraga, Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.

Di GBK sendiri terdapat lokasi pertandingan maupun latihan. Sebut saja Stadion Utama GBK berikut dengan lapangan latihan, Stadion Tenis, Stadion Akuatik, Istora Senayan, hingga jalur jalan dan berlari yang selama ini kerap digunakan masyarakat.

Menjelang satu tahun bertugas, MRT cukup menyita perhatian. Banyak masyarakat yang selama ini mengandalkan kendaraan pribadi terutama dari arah Lebak Bulus dan sekitarnya mulai beralih ke moda transportasi ini. Tidak ketinggalan atlet Indonesia.

"Saya ini pengguna lho. Saya merasa sangat tertolong (dengan keberadaan MRT) karena rumah saya di dekat Lebak Bulus, jadi sangat dekat dengan Stasiun Lebak Bulus atau Fatmawati, dan akses ke Senayan-nya sangat bagus," kata petenis andalan Indonesia Christopher Rungkat.

Meski peraih medali emas Asian Games 2018 dan SEA Games 2019 pada kategori ganda campuran itu merasa terbantu dengan keberadaan MRT, ia masih berharap moda transportasi itu dapat berekspansi sampai ke tempat-tempat lain di Jakarta.

"Mudah-mudahan ke depannya bisa dibanyakin lagi stasiunnya, jadi tujuannya bisa lebih banyak lagi. Karena (MRT) ini benar-benar membantu menghemat waktu," kata atlet yang akrab dipanggil Christo itu.

Walaupun bukan pengguna reguler seperti Christo, petenis nasional lainnya, David Susanto, juga berharap MRT dapat menjangkau lebih banyak lokasi.

"(Saya) senang lah dengan adanya MRT karena mempermudah transportasi publik, terutama buat yang tinggal di Jakarta, namun saya berharap bisa lebih diperluas (jangkauan) MRT, karena seperti di Singapura, orang bisa ke mana-mana dengan MRT," tutur David.

Kedua atlet ini merupakan bagian dari tim Indonesia yang turun pada Piala Davis Grup 2 di Stadion Tenis Gelora Bung Karno. Christo dan David tampil apik dan membantu tim tenis Indonesia menang 4-0 atas Kenya.

Selain Christo dan David, pada Piala Davis Grup 2 tim Indonesia juga menurunkan petenis muda Gunawan Trismuwantara. Pada pertandingan selanjutnya, tim tenis putra Indonesia akan berhadapan dengan tim Barbados.

Selanjutnya: Berasa di luar negeri
 

Oleh A Rauf Andar Adipati/Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jumlah penumpang MRT Jakarta diprediksi naik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar