Liga Italia

Javier Pastore pesimistis Liga Italia musim ini dapat diselesaikan

Javier Pastore pesimistis Liga Italia musim ini dapat diselesaikan

Seorang pendukung melihat pengumuman penundaan laga AC Milan melawan Genoa di stadion San Siro, Milan, Minggu (1/3/2020). Sejumlah pertandingan Serie A ditunda karena merbaknya virus corona di negara itu. ANTARA FOTO/REUTERS/Flavio Lo Scalzo/pras.

Mustahil untuk meneruskan apa yang telah ditinggalkan
Jakarta (ANTARA) - Gelandang AS Roma Javier Pastore pesimistis Liga Italia dapat diteruskan, ketika pandemi COVID-19 menghantam negara Eropa tersebut.

"Kita lihat saja apakah kami akan kembali bermain dari musim ini atau musim depan. Sejujurnya, menurut saya akan mustahil untuk menyelesaikan musim, sebab kami setidaknya memerlukan 20-30 hari latihan untuk mempersiapkan diri," kata Pastore saat diwawancarai Radio Impacto.

"Semua klub akan kehilangan uang, namun menurut saya mustahil untuk meneruskan apa yang telah ditinggalkan. Cepat atau lambat itu akan berakhir, maka marilah bergerak ke musim depan," tambahnya.

Baca juga: Paolo Maldini dan puteranya Daniel positif terjangkit COVID-19

Namun pemain internasional Argentina itu segera meralatnya, karena pada musim panas mendatang masih akan diselenggarakan Piala Eropa dan Piala Amerika.

Liga Italia resmi dihentikan sejak 10 Maret akibat pandemi COVID-19. Pertandingan terakhir Liga Italia yang masih sempat dimainkan adalah laga Sassuolo melawan Brescia pada 9 Maret.

Sebelumnya, presiden Persatuan Pesepak bola Italia (AIC) Damiano Tomassi sempat menyatakan bahwa Liga Italia berpeluang digulirkan kembali pada Mei atau Juni.

Baca juga: Serie A bisa dilanjutkan lagi pada Mei atau Juni?

Meski terdapat ketidak pastian perihal komptisi Liga Italia, Pastore dan rekan-rekan setimnya di Roma tetap menjaga kebugaran di tengah masa krisis.

"Kami tidak berlatih bersama-sama, namun klub memberikan peralatan kebugaran yang diperlukan kepada setiap pemain untuk berlatih di rumah," papar Pastore.

"Kami bangun pada pagi hari, menimbang berat badan, dan mengirim semua detail yang diperlukan kepada staf, termasuk waktu yang kami habiskan untuk berlatih dan latihan apa yang kami lakukan," pungkas mantan pemain PSG itu.

Baca juga: Krisis virus corona paksa Barcelona potong gaji pemain

Baca juga: MU dan City sumbang Rp1,8 miliar bagi korban virus corona

Baca juga: Abaikan instruksi isolasi, penyerang Real Madrid dikecam PM Serbia

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Demi hindari keramaian segala tradisi jelang Ramadhan ditiadakan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar