Asrama haji Pekanbaru disiapkan antisipasi bertambah pasien COVID-19

Asrama haji Pekanbaru disiapkan antisipasi bertambah pasien COVID-19

Gubernur Riau Syamsuar meninjau kesiapan asrama haji untuk menampung pasien virus corona di Kota Pekanbaru, Sabtu (21/3/2020). ANTARA/HO-Diskominfotik Riau

OPD di Riau hingga Minggu(22/3) siang tercatat ada 137 orang, dan ada 41 PDP yang diduga terinfeksi virus corona.
Pekanbaru (ANTARA) - Pemprov Riau menyiapkan tiga lokasi di antaranya asrama haji di Kota Pekanbaru  akan digunakan untuk ruang perawatan kesehatan dalam mengantisipasi bertambahnya pasien COVID-19.

Gubernur Riau Syamsuar dalam pernyataan pers di Pekanbaru, Minggu, mengatakan tiga fasilitas yang disiapkan antara lain embarkasi haji Provinsi Riau, Balai Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Riau, dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Petala Bumi. Semuanya berlokasi di Kota Pekanbaru.

“Rencana penambahan fasilitas kesehatan ini juga berdasarkan instruksi dari Menteri Dalam Negeri untuk memberdayakan semua balai diklat sebagai tempat perawatan pasien yang terkena wabah virus corona,” katanya.

Gubernur Riau bersama dinas kesehatan, juru bicara COVID-19 Riau, Direktur RSUD Arifin Achmad, sudah melakukan inspeksi ke tiga fasilitas tersebut pada akhir pekan ini. Syamsuar menerangkan, tujuan peninjauan tersebut untuk mengetahui berapa kapasitas yang bisa menampung pasien jika seandainya terjadi peningkatan jumlah pasien.
Baca juga: Pekanbaru tetapkan status tanggap darurat bencana Corona

Ia mengatakan ingin memastikan kesiapan tempat yang ada, sehingga jika terjadi penambahan jumlah pasien, sudah ada tempat yang layak untuk digunakan.

"Kita juga sudah minta partisipasi rumah sakit swasta di samping rumah sakit kabupaten/kota," katanya.

Sebagai alternatif lainnya, ia mengatakan Pemprov Riau juga akan memanfaatkan aula yang ada jika memang masih terjadi kekurangan gedung perawatan.

"Aula yang ada akan kita manfaatkan, kita tambah fasilitasnya. Kita juga sudah menghubungi balai pertanian dan ruangan lainnya supaya bisa kita pakai kalau sewaktu diperlukan," katanya.
Baca juga: Jubir pemerintah: Positif asal Riau ternyata tinggal di Jakarta

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau, hingga 22 Maret siang ini tercatat ada 137 orang dalam pemantauan (OPD). Kemudian ada 41 pasien dalam pengawasan (PDP) yang diduga terinfeksi virus corona.

Sedangkan kasus yang terkonfirmasi positif COVID-19 ada satu pasien. Pasien berusia 63 tahun tersebut masih dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Di Riau kini terdapat 44 rumah sakit daerah, milik swasta dan TNI/Polri yang digunakan sebagai rujukan pasien virus corona jenis baru. Dari jumlah tersebut, kapasitas ruang isolasi untuk pasien penyakit mematikan itu mencapai 111 orang.
Baca juga: Dinkes Riau isolasi enam anggota keluarga pasien positif COVID-19

Pewarta: FB Anggoro
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sebanyak 994 pegawai kejaksaan jalani rapid test

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar