Longsor, Bina Marga Jabar imbau warga hati-hati lintasi jalur selatan

Longsor, Bina Marga Jabar imbau warga hati-hati lintasi jalur selatan

Petugas UPTD PU Bimarga Provinsi Jabar, berusaha memperbaiki jalan yang amblas di Ruas Sukanagara, agar dapat dilalui kembali secara normal dari Cianjur menuju selatan atau sebaliknya, Minggu (22/3) (Ahmad Fikri)

Longsor untuk kesekian kalinya terjadi di ruas Kecamatan Cibeber, tepatnya di Desa Salagedang
Cianjur (ANTARA) - Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat mengimbau penguna jalan yang melintasi jalur selatan di kawasan Cianjur, agar ekstra berhati-hati karena di sejumlah titik terjadi tanah longsor dan jalan amblas.

Pengawas Ruas Jalan Provinsi Cibeber-Sindangbarang Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Binamarga Provinsi Jabar, Bubun Bunyamin kepada wartawan di Cianjur, Minggu, mengatakan ruas jalan yang kerap terjadi longsor mulai dari Kecamatan Cibeber hingga Pagelaran.

Baca juga: Jalur menuju selatan Cianjur kembali tertutup longsor

Sedangkan ruas jalan yang rawan amblas terjadi di ruas Kecamatan Sukanagara yang saat ini diupayakan perbaikan sementara.

"Longsor untuk kesekian kalinya terjadi di ruas Kecamatan Cibeber, tepatnya di Desa Salagedang. Jalan yang sempat tertutup saat ini sudah dapat dilalui namun arus lalu lintas kembali terhambat di ruas Sukanagara, akibat longsor dan jalan amblas di Desa Sukarame, sehingga diberlakukan sistem satu arah," katanya.

Ia menjelaskan di ruas jalan yang amblas tersebut, ungkap dia, saat ini masih dalam perbaikan dengan menggunakan agregat agar arus lalu lintas dapat kembali normal dari Sukanagara ke Cianjur atau sebaliknya.

Bahkan untuk antisipasi amblasnya jalan meluas pihaknya memasang pasak bambu di bagian bawah jalan.

Baca juga: Longsor lagi, jalur selatan Cianjur kembali terputus Kamis siang

"Untuk penanganan jalan yang amblas kami gunakan satu alat berat dan dua dam truk untuk membawa material pasir dan batu untuk pengerasan sebelum dipasang agregat. Harapan kami hari ini proses perbaikan dapat tuntas dan arus lalu lintas dapat normal kembali," katanya.

Sementara untuk jalan yang kerap tertutup longsor di sepanjang ruas Jalan Cibeber-Sindangbarang, pihaknya menyiagakan seluruh alat berat yang ada dan menempatkan di beberapa titik rawan sebagai upaya cepat tanggap saat terjadi bencana.

"Kami upayakan penanganan cepat agar tidak terjadi lumpuh total saat landasan jalan tertutup longsor," katanya.

Pantauan Antara, bencana alam yang membuat arus lalu lintas terputus juga terlihat di sejumlah titik jalan kabupaten di wilayah selatan seperti jalan penghubung antarkecamatan di Kecamatan Pagelaran dan Sukanagara. Jalan sepanjang 300 meter amblas sehingga tidak dapat dilalui.

Baca juga: Jalur Cianjur menuju selatan kembali terputus akibat longsor

Warga yang hendak keluar dari wilayah tersebut baik menuju selatan atau sebaliknya menuju Cianjur, diarahkan untuk mengunakan jalur alternatif yang ada di wilayah tersebut.

"Untuk jalan penghubung antarkecamatan yang amblas mungkin akan lama baru selesai diperbaiki. Warga diarahkan ke jalur alternatif di wilayah Sukanagara atau sebaliknya dari arah Pagelaran," kata Arif warga sekitar.

Ia menambahkan warga berharap perbaikan dapat dilakukan dengan cepat karena aktivitas warga terutama ekonomi terhambat karena jarak tempuh untuk menjual hasil pertanian menjadi jauh karena harus menggunakan jalur alternatif yang landasan jalannya sebagian besar rusak.

Baca juga: Jalur Cikadu-Ciwidey dapat dilalui setelah 8 jam tertutup longsor

 

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Cianjur, pelanggaran pelaksanaan pemilu tertinggi di Jabar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar