WHO anjurkan frasa "physical distancing" daripada "social distancing"

WHO anjurkan frasa "physical distancing" daripada "social distancing"

Upaya jaga jarak yang dilakukan Kemenhub untuk mencegah penyebaran virus corona. ANTARA/HO Kemenhub/am.

Jakarta (ANTARA) - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menganjurkan dan mendorong penggunaan frasa physical distancing yang berarti "menjaga jarak fisik" daripada penggunaan frasa social distancing (menjaga jarak sosial).

Seperti dikutip dari Reuters, WHO mengubah frasa untuk merekomendasikan "jarak fisik"  daripada "jarak sosial" untuk mendorong masyarakat agar tetap terhubung melalui media sosial,

Menurut WHO, gagasan pengubahan itu adalah untuk menjernihkan pemahaman bahwa perintah untuk tetap di rumah selama wabah virus corona jenis baru (COVID-19) saat ini bukan tentang memutuskan kontak dengan teman dan keluarga, tetapi menjaga jarak fisik untuk memastikan penyakit itu tidak menyebar.

Untuk itu, WHO menjelaskan bahwa langkah menjaga jarak fisik dan mengkarantina diri bila sakit memang baik untuk menahan penyebaran COVID-19, namun bukan berarti membuat orang-orang menjadi terisolasi secara sosial.

Masyarakat tetap perlu melakukan interaksi sosial, terutama dengan memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. 

Baca juga: Tetap jaga jarak dan belanja ketika sepi saat wabah COVID-19

Baca juga: Starbucks tutup banyak kafe di AS, Kanada cegah penyebaran corona

Baca juga: KAI Cirebon terapkan jaga jarak sosial di stasiun


 

Jokowi: jangan ragu tegur orang yang tidak disiplin menjaga jarak

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar