Ini ragam langkah Kelurahan Kramat cegah COVID-19

Ini ragam langkah Kelurahan Kramat cegah COVID-19

Operasi dadakan menjaring anak-anak di luar rumah pada di masa anjuran berdiam diri di rumah untuk pencegahan COVID-19 di Kelurahan Kramat, Senen, Jakarta Pusat. (ANTARA/HO- Dokumentasi Kelurahan Kramat)

Kami sweeping sampai ke warnet-warnet
Jakarta (ANTARA) - Lurah Kramat Agus Yahya memaparkan aneka kegiatan Kelurahan Kramat dalam rangka mencegah COVID-19 di kawasan padat penduduk itu mulai dari sosialisasi disinfektan mandiri ke warga- warga hingga operasi dadakan menjaring anak-anak bermain di luar rumah.

"Untuk efektifitas pencegahan COVID-19, Kelurahan Kramat, kami lakukan dengan cara yang sederhana yakni membuat disinfektan masing-masing dan melakukan pembersihan di rumah masing- masing," kata Agus saat dihubungi, di Jakarta, Senin.

Selain menganjurkan disinfeksi rumah warga secara mandiri, Kelurahan Kramat juga melakukan sosialisasi dengan cara yang unik dengan memanfaatkan pengeras suara dan berkeliling menggunakan mobil milik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Baca juga: Dana belanja tak terduga DKI diminta dicairkan untuk COVID-19

Tidak hanya pihak Kelurahan, Petugas TNI dan Polisi melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga ikut dalam kegiatan sosialisasi guna mencegah COVID-19 di Kelurahan Kramat.

Kegiatan sosialisasi itu dilakukan di daerah- daerah yang sering dilalui orang banyak untuk melintas seperti di Jalan Kramat Pulo Dalam 2, Jalan Kramat Sentiong Raya, Jalan Kramat Raya dan Jalan Kramat Pulo Raya.

Lebih lanjut, operasi dadakan juga digencarkan sinergi pemerintah setempat dan pihak keamanan untuk menjaring anak-anak sekolah yang diliburkan serta pergi bermain di luar rumahnya dan tidak menaati anjuran agar berdiam diri di dalam rumah.

Baca juga: Sudah 1.512 perusahaan di Jakarta terapkan kerja dari rumah

"Kami sweeping sampai ke warnet-warnet. Orang tuanya kami panggil, warnetnya kami minta tutup," kata Agus.

Lebih lanjut Agus mengatakan, "Kami mengimbau kepada warga mematuhi anjuran pemerintah dalam rangka pencegahan wabah virus COVID-19".

Hingga saat ini Jakarta merupakan daerah yang memiliki angka penyebaran dan kematian kasus COVID-19 paling tinggi di Indonesia dengan rincian 307 warga positif COVID-19, 29 warga meninggal dan 21 orang sembuh.

Baca juga: 40.000 APD baru untuk COVID-19 di Jakarta segera dimanfaatkan

Oleh karena itu, pengetatan anjuran bagi masyarakat untuk berdiam diri di rumah melalui jaga jarak sosial (social distancing measure) lebih digencarkan Pemprov DKI Jakarta melalui representasinya hingga di tingkat RT ataupun RW.

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

161 kendaraan ditolak masuk DKI Jakarta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar