Pasien dalam pengawasan COVID-19 di Magelang meninggal

Pasien dalam pengawasan COVID-19 di Magelang meninggal

Kepala RST dr. Soedjono, Kolonel Ckm dr. Ahmad Rusli Budiansyah (kiri) dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang Sri Harso menyampaikan keterangan pers. ANTARA/Heru Suyitno

Magelang (ANTARA) - Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Soedjono Kota Magelang, Jawa Tengah, meninggal dunia.

Kepala RST dr. Soedjono, Kolonel Ckm dr. Ahmad Rusli Budiansyah di Magelang, Senin, mengatakan yang meninggal statusnya adalah PDP, sudah dilakukan swab satu kali dan kini masih menunggu hasilnya.

"Kita sekarang masih menunggu hasilnya dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta dan diperkirakan 4-5 hari ke depan baru diketahui," katanya.

Ia berharap mudah-mudahan nanti hasilnya negatif sehingga tidak perlu melakukan tracking.

Baca juga: UMM bagikan cairan pembersih tangan, karya mahasiswa

Baca juga: Pemkot Magelang tunda kegiatan hari jadi ke-1114

Baca juga: Cegah penyebaran Corona, Magelang tutup objek wisata pada 16-29 Maret


Rusli menuturkan pasien masuk ke ruang isolasi hari Jumat (20/3) dan meninggal pada Sabtu (21/3). Sebelumnya pasien ini sudah dirawat di bangsal biasa selama tiga hari dengan riwayat penurunan kesadaran.

"Jadi kesadarannya menurun kemudian kita lakukan analisis yang mendalam sehingga tanggal 20 Maret 2020 dinyatakan sebagai PDP. Keluhannya penurunan kesadaran selain ada riwayat kontak juga ada gangguan pernapasan berupa bronkopneumonia dan hal ini dasar yang tepat menentukan sebagai PDP," katanya.

Ia menuturkan sebelum PDP dia juga dalam perawatan tersendiri. Dia pernah kontak dengan seseorang bukan warga asing dan sekarang ini riwayat kontak tidak harus warga asing, karena warga dalam negeri juga banyak sehingga harus berhati-hati dengan semua warga.

Ia berharap masyarakat jangan sampai hal ini menjadikan stigma bagi pasien ataupun keluarganya sehingga dikejar-kejar seperti dia sakit karena aib atau hina, padahal ini adalah penyakit infeksi semuanya bisa terjangkit.

"Jangan sampai terjadi stigma bahwa sakitnya ini harus diisolasi kalau perlu diberi garis polisi  kediamannya dan sebagainya. Jangan sampai terjadi seperti itu, ini adalah penyakit infeksi," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang Sri Harso menyebutkan pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Magelang saat ini sebanyak 18 orang, kemudian orang dalam pengawasan (ODP) 19 orang dan yang diisolasi di rumah 55 05ang.*

Baca juga: Layanan daring disediakan selama perpustakaan tutup di Magelang

Baca juga: Satu warga Kabupaten Magelang positif COVID-19

Baca juga: Satu warga Kabupaten Magelang positif COVID-19

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Rumah Sakit Darurat Surabaya khusus layani PDP

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar