Unhas modifikasi kotak sterilisasi untuk cegah COVID-19

Unhas modifikasi kotak sterilisasi untuk cegah COVID-19

foto box sterilisasi buatan Universitas Hasanuddin Makassar melalui Fakultas Peternakan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Tujuannya menghindari bibit penyakit dari lokasi sebelumnya berpindah ke lokasi lain
Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin Makassar melalui Fakultas Peternakan memodifikasi kotak sterilisasi (box sterilisasi) untuk digunakan sebagai alat bagi pemutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Instrumen ini berfungsi meminimalisir sebaran virus dan bakteri, dengan cara sterilisasi setiap orang yang akan memasuki area tertentu, kata Dosen Fakultas Peternakan Unhas Ir Daryatmo MP IPM di Makassar, Senin.

Ia mengatakan alat itu merupakan alat yang selama ini sering digunakan pada area Teaching Farm Fakultas Peternakan.

"Ini merupakan alat biasa, untuk mensterilkan orang-orang yang baru masuk ke ruangan tertentu. Tujuannya menghindari bibit penyakit dari lokasi sebelumnya berpindah ke lokasi lain," kata Daryatmo.

Baca juga: Gugus Tugas COVID-19 Sulsel tekankan pentingnya informasi

Di tengah kondisi wabah saat ini, Fakultas Peternakan melakukan modifikasi instrumen tersebut untuk digunakan setidaknya oleh semua unsur Unhas yang terpaksa harus bekerja di luar rumah.

Ia mengaku, tidak ada kendala berarti yang dihadapi, sebab pada dasarnya alat ini memang biasa digunakan. Hanya dibutuhkan modifikasi dengan penambahan alat semprot elektrik yang mudah diperoleh.

"Kami berharap semprotan elektrik ini tidak mengalami kelangkaan di pasar. Kita bisa buat ini secara massal, namun tetap kami menunggu arahan pimpinan, agar semua gerakan kita dalam mengatasi wabah Covid-19 terkoordinasi baik," tambah Daryatmo.

Baca juga: Dua kasus COVID-19 peringatan pentingnya "sosial distancing" di Sulsel

Box Sterilisasi produksi Fakultas Peternakan Unhas dibuat dari rangka besi, dengan model terbuka agar proses sterilisasi lebih cepat. Namun tetap memperhatikan waktu kontak cairan disinfektan ke seluruh bagian tubuh.

Seseorang yang masuk ke dalam alat itu diharapkan memutar tubuh mereka 360 derajat agar alat bekerja secara otomatis tersebut dapat menyemprotkan cairan disinfektan merata ke seluruh bagian tubuhnya.

Daryatmo berharap alat itu dapat segera digunakan secara massal sehingga dapat membatasi penularan Covid-19, baik di lingkup Unhas maupun pada lingkungan yang lebih luas.
 

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Listrik EBT jadi pelita baru warga Pulau Saugi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar