Polrestro Jakpus merehabilitasi anggota DPRD pengguna narkoba

Polrestro Jakpus merehabilitasi anggota DPRD pengguna narkoba

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo menunjukan barang bukti sebuah alat penghisap sabu milik empat orang asal Gorontalo yaitu LM, AL, RT, dan WY di Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (23/3/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat akan merehabilitasi empat tersangka, dua di antaranya diduga anggota DPRD asal Gorontalo yang menggunakan narkoba jenis metamfetamina atau sabu.

Keempat orang tersebut berinisial LM (45), AL (41), RT (28) dan WY (24).

"Dari hasil asesmen kami ini tingkatannya masih rendah atau coba sehingga kami akan lakukan rehabilitasi," kata Wakapolres Jakarta Pusat, AKBP Susatyo Purnomo di Mapolrestro Jakarta Pusat, Senin.

Dari keempat pelaku, polisi menemukan barang bukti berupa "bong" atau alat penghisap sabu yang digunakan oleh keempat tersangka untuk mengonsumsi obat- obatan terlarang itu.

Baca juga: Polres Jakpus tangkap 2 anggota DPRD asal Sulawesi karena narkoba

Para tersangka itu ditangkap di salah satu tempat hiburan malam di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Rabu (18/3) malam tepatnya pukul 22.30 WIB.

"Bagi kami statusnya adalah tersangka, status sosialnya mungkin anggota DPRD atau siapapun, tapi dalam perkara ini tersangka adalah orang dari Gorontalo sehingga jadi tersangka di (Polres) Jakarta Pusat," kata Susatyo.

Nantinya keempat orang itu direhabilitasi di tempat yang sama saat mereka menjalani asesmen, yaitu Rumah Sakit Bhayangkara, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Polisi masih mencari satu orang berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang) dengan peran sebagai kurir yang membawakan barang terlarang itu kepada empat orang asal Gorontalo itu.
Baca juga: Anggota DPRD Kapuas positif narkoba direkomendasikan dirawat di RSJ

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

DPRD Sultra desak pihak terkait pulangkan 49 TKA China

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar