Hong Kong pertimbangkan tangguhkan penjualan minuman beralkohol

Hong Kong pertimbangkan tangguhkan penjualan minuman beralkohol

ARSIP FOTO: Seorang penumpang memakai masker pelindung saat check in di bandara, di tengah meluasnya wabah virus COVID-19, di Hong Kong, China, Kamis (5/3/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Tyrone Siu/nz/djo

Jadi, kami akan mengusulkan, karena ini memerlukan persetujuan legislatif, sekitar 8.600 restoran, bar dan klub dengan lisensi minuman keras untuk sementara waktu menangguhkan penjualan alkohol
Hong Kong (ANTARA) - Pemimpin  Hong Kong, Senin, mengatakan akan menghentikan semua kedatangan wisatawan dan transit penumpang di bandara dan sedang mempertimbangkan menangguhkan penjualan minuman beralkohol di beberapa tempat.

Kota itu bergabung dengan kota-kota di seluruh dunia dalam pertempuran untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Mengumumkan pembatasan perjalanan baru yang sulit, pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan pemerintah berencana untuk menangguhkan penjualan minuman beralkohol di lebih dari 8.000 bar dan restoran, sebuah langkah luar biasa di kota yang tidak pernah tidur itu.

Lam yang emosional mengatakan banyak orang melepas masker mereka di bar dan "bahkan melakukan tindakan intim ketika mereka mabuk", yang meningkatkan risiko infeksi silang.

"Jadi, kami akan mengusulkan, karena ini memerlukan persetujuan legislatif, sekitar 8.600 restoran, bar dan klub dengan lisensi minuman keras untuk sementara waktu menangguhkan penjualan alkohol dengan mengubah undang-undang," kata Lam, yang mengenakan masker wajah, dalam sebuah konferensi berita.

"Kami sedang menyelidiki langkah-langkah lebih lanjut yang dapat kami lakukan daripada menutup restoran sepenuhnya karena kami tahu banyak penduduk Hong Kong tidak memasak di rumah dan sering makan di luar."

Minuman beralkohol akan tersedia di supermarket dan toko serba ada di seluruh kota.

Baca juga: Seekor anjing dikarantina karena virus corona di Hong Kong
Baca juga: Masker bekas menumpuk di pantai, pinggiran kota Hong Kong


Pemerintah kota mengumumkan 39 kasus baru corona pada Senin, 30 di antaranya memiliki riwayat perjalanan baru-baru ini, sehingga jumlah total menjadi 357 kasus. Empat orang telah meninggal karena penyakit ini di Hong Kong.

Keputusan itu dilakukan dua hari setelah pemerintah memperingatkan lonjakan jumlah orang yang kembali dari wilayah yang terinfeksi virus corona yang dapat menyebabkan wabah besar komunitas.

Larangan kedatangan wisatawan akan berlangsung selama 14 hari sejak Rabu, dengan pengunjung dari China daratan, Makau dan Taiwan yang telah melakukan perjalanan ke tempat lain baru-baru ini, juga tunduk pada pembatasan.

Pada Minggu malam, Hong Kong mengatakan sedang menyelidiki 41 kasus orang yang melanggar karantina, termasuk lima orang yang berpeluang dituntut. Dua orang telah melepas atau memotong gelang elektronik yang digunakan untuk melacak orang, kata pemerintah.

Hong Kong minggu lalu mulai menggunakan gelang elektronik yang terhubung ke aplikasi sebagai bagian dari upayanya untuk menegakkan karantina.

Sumber: Reuters

Baca juga: Hong Kong aktifkan hanya sepertiga gelang pelacak warga swakarantina
Baca juga: Beijing, Hong Kong, Taiwan wajibkan karantina 14 hari bagi WNA

 

Penerjemah: Gusti Nur Cahya Aryani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Koarmada I tangkap kapal Hong Kong bermuatan besi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar