IMF perkirakan resesi 2020 sama buruknya dengan krisis keuangan global

IMF perkirakan resesi 2020 sama buruknya dengan krisis keuangan global

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva berbicara pada konferensi pers di Washington D.C., Amerika Serikat, pada 4 Maret 2020. (Xinhua / Liu Jie)

Dampak ekonomi akan parah, tetapi semakin cepat virus berhenti, semakin cepat dan kuat pemulihan akan terjadi
Washington (ANTARA) - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva, Senin (23/3/2020), mengatakan bahwa pemberi pinjaman multilateral itu memperkirakan prospek pertumbuhan global untuk 2020 menjadi negatif - "resesi setidaknya sama buruknya dengan krisis keuangan global atau lebih buruk."

Ketua IMF membuat pernyataan di konferensi jarak jauh para menteri keuangan dan gubernur bank sentral Kelompok Dua Puluh (G20) tentang pandemi COVID-19, meskipun mencatat bahwa "kami memperkirakan pemulihan pada 2021," menurut pernyataan IMF yang dirilis setelah konferensi tersebut.

Baca juga: Cegah COVID-19, IMF tutup kantor pusat di Washington

"Untuk sampai di sana, sangat penting untuk memprioritaskan penahanan dan memperkuat sistem kesehatan - di mana-mana," kata Georgieva. "Dampak ekonomi akan parah, tetapi semakin cepat virus berhenti, semakin cepat dan kuat pemulihan akan terjadi."

Ketua IMF menyatakan dukungan kuat untuk "tindakan fiskal luar biasa" yang telah diambil banyak negara guna meningkatkan sistem kesehatan dan melindungi pekerja dan perusahaan yang terkena dampak, dan menyambut baik langkah bank-bank sentral utama melonggarkan kebijakan moneter.

"Upaya berani ini tidak hanya untuk kepentingan masing-masing negara, tetapi juga ekonomi global secara keseluruhan," kata Georgieva, menambahkan bahwa "bahkan lebih banyak akan dibutuhkan, terutama di bidang fiskal."

Baca juga: Asisten Menkeu AS Geoffrey Okamoto jadi Wakil Direktur Pelaksana IMF

Direktur pelaksana IMF mencatat bahwa ekonomi-ekonomi maju umumnya berada dalam posisi yang lebih baik untuk merespons krisis, tetapi banyak pasar negara berkembang dan negara berpenghasilan rendah menghadapi tantangan yang signifikan, yang "sangat terpengaruh" oleh aliran modal keluar, dengan aktivitas domestik menjadi "sangat terpengaruh" ketika negara-negara merespons pandemi.

"Kami sangat prihatin tentang negara-negara berpenghasilan rendah dalam kesulitan utang - masalah yang kami kerjakan dengan teliti bersama Bank Dunia," kata Georgieva.

Juga berbicara pada konferensi tersebut, Presiden Kelompok Bank Dunia David Malpass mendesak negara-negara G20 untuk membantu negara-negara termiskin melalui pembebasan utang, memungkinkan negara-negara untuk memusatkan sumber daya mereka untuk memerangi pandemi.

Baca juga: Bank Dunia laporkan dua kasus pertama COVID-19 pada pegawainya

"Kerugian jiwa dari pandemi virus corona sudah tak terukur dan semua negara harus bekerja sama untuk melindungi orang dan membatasi kerusakan ekonomi," kata Georgieva. "Ini adalah momen solidaritas - yang merupakan tema utama pertemuan hari ini."

Untuk mendukung anggota IMF, Georgieva mengatakan pemberi pinjaman multilateral itu memusatkan pengawasan bilateral dan multilateral pada krisis ini dan tindakan kebijakan untuk meredam dampaknya, mencatat bahwa IMF siap untuk mengerahkan kapasitas pinjaman satu triliun dolar.

"Kami akan secara besar-besaran meningkatkan keuangan darurat - hampir 80 negara meminta bantuan kami - dan kami bekerja sama dengan lembaga keuangan internasional lainnya untuk memberikan tanggapan terkoordinasi yang kuat," katanya.

Baca juga: Karantina perparah krisis di Venezuela, Maduro minta bantuan IMF
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kelurahan Mergosono terapkan PSBL, setelah 2 warga meninggal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar