Dua PDP COVID-19 meninggal dunia di Makassar

Dua PDP COVID-19 meninggal dunia di Makassar

Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar M Iqbal Suhaeb. ANTARA/Darwin Fatir/am.

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar akhirnya memastikan data terbaru dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Makassar, Sulawesi Selatan, dinyatakan meninggal dunia.

"Data terbaru ada dua PDP kasus COVID-19 meninggal. Satu pasien meninggal di Rumah Sakit Siloam dan satu lainnya di Rumah Sakit Grestelina," sebut Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, M Iqbal Suhaeb saat telekonferensi melalui video bersama wartawan di Makassar, Selasa.

Kedua PDP tersebut meninggal saat penanganan medis di rumah sakit setempat. Diketahui bahwa PDP seorang laki-laki berumur 55 tahun, meninggal di Rumah Sakit Grestelina pada Senin malam (23/3) dan diketahui baru pulang umroh dari Tanah Suci.

Satu lainnya diketahui seorang pendeta dengan riwayat perjalanan dari Bogor, Provinsi Jawa Barat, selanjutnya bertolak ke Raha, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara, untuk mengikuti pertemuan keagamaan.

Seusai pulang dari Raha, orang berstatus PDP tersebut kemudian jatuh sakit dan selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Siloam untuk mendapat perawatan medis, namun meninggal dunia pada Senin malam (23/3).

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan di Litbangkes Kementerian Kesehatan di Jakarta. Prosesi pengurusan jenazah dilakukan sesuai dengan penanganan prosedur pasien COVID-19 dengan dikremasi selanjutnya langsung dimakamkan sesuai protokol," beber Iqbal.

Baca juga: Pemkot Makassar telusuri kontak pasien positif cegah COVID-19

Selain itu, hasil foto thorax hingga rontgen menunjukkan, keduanya terjangkit pneumonia.
Kendati demikian, belum bisa dipastikan keduanya terkonfimasi COVID-19, mengingat hasil laboratorium belum disampaikan.

"Sampai saat ini belum ada hasilnya dari Litbangkes atas dua status PDP yang meninggal. Kami masih menunggu hasil resminya," tutur mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel itu.

Ia menegaskan, dengan kejadian ini maka langkah selanjutnya, pemerintah segera melakukan pelacakan bersama tim gugus depan penanggulangan COVID-19 guna melacak siapa saja yang pernah kontak dengan almarhum.

"Petugas bersama tim kedokteran dan tenaga kesehatan serta pihak travel akan mendatangi satu persatu jamaah yang pernah bersama almarhum saat perjalanan umroh untuk dicek statusnya, agar penyebaran tidak meluas," ucap Iqbal menegaskan.

Iqbal meminta bagi warga yang pernah melakukan kontak dengan PDP maupun positif COVID-19, segera melapor dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan dan rumah sakit rujukan bila mengalami gejala korona.

"Diminta secara sukarela segera periksakan diri anda di fasilitas kesehatan dan rumah sakit rujukan, isolasi diri di rumah jauh lebih baik dari pada berkeliaran di luar," pintanya.

Hingga saat ini data terbaru di situs covid19.sulselprov.go.id, pukul 18.00 WITA tercatat Orang Dalam Pemantauan (OPD) sebanyak 149 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 53 orang, dam positif bertambah menjadi empat orang.

Empat yang terkonfirmasi positif COVID-19, satu dinyatakan meningggal dunia, tiga lainnya masih menjalani isolasi perawatan secara intensif di rumah sakit rujukan.

Baca juga: Antisipasi corona, ACT tunda event Fauzi Baadillah di Makassar
Baca juga: "Lockdown" belum perlu, wali kota sebut Makassar masih aman

 

Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Uji coba PSBB di Kota Makassar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar