Tokyo jadi episentrum epidemi virus corona di Jepang

Tokyo jadi episentrum epidemi virus corona di Jepang

Para pengunjung memakai masker, di tengah penularan virus COVID-19 yang meluas, saat menikmati sakura mekar di taman Ueno, Tokyo, Jepang, Minggu (22/3/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Issei Kato/AWW/djo

Tokyo (ANTARA) - Kawasan Tokyo menjadi pusat epidemi virus corona di Jepang dengan lebih banyak kasus dibandingkan dengan wilayah lain yang tercatat dalam satu hari, menurut data stasiun penyiaran publik NHK. 

Tokyo mencatat rekor 17 kasus baru pada Selasa (24/3), dengan total mencapai 171, dan menyalip pulau Hokkaido yang terpukul keras sebagai prefektur dengan infeksi terbanyak, NHK melaporkan.

Hingga Rabu pagi, wabah itu telah menginfeksi 1.214 orang di Jepang dengan 43 kematian terkait dengan virus, kata NHK. Jumlah itu tidak termasuk 712 kasus dari kapal pesiar yang ditambatkan di dekat Tokyo bulan lalu.

Komite Olimpiade Internasional dan pemerintah Jepang pada Selasa sepakat menangguhkan Olimpiade Tokyo 2020 ke tahun 2021 karena wabah tersebut.

Pertambahan kasus pengidap baru corona di Tokyo terjadi setelah Gubernur Yuriko Koike memperingatkan bahwa karantina wilayah mungkin dilakukan jika pihaknya melihat peningkatan besar-besaran jumlah kasus.

Koike pada Senin (23/3) meminta warga untuk menahan diri agar tidak dikarantina. Dia mengatakan tiga minggu ke depan sangat penting untuk menentukan apakah Tokyo akan mengalami kenaikan eksplosif kasus akibat virus tersebut.

Hokkaido sudah mengakhiri keadaan darurat karena wabah virus corona, yang menyebabkan 163 kasus.

Wabah itu sekarang menjangkiti lebih dari 420.000 orang di 196 negara, menurut penghitungan Reuters, dengan hampir 19.000 kematian terkait dengan virus.

Sumber: Reuters

Baca juga: Gubernur Tokyo minta kerja sama warga bantu hindari karantina kota

Baca juga: Jepang dan IOC sepakati penundaan Olimpiade Tokyo 2020

Baca juga: Perusahaan dan universitas Jepang mulai uji vaksin corona pada hewan



 

Seluruh WNI ABK Diamond Princess di Jepang sembuh dari COVID-19

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar