Tidak ada penutupan pelayaran di NTT untuk cegah COVID-19

Tidak ada penutupan pelayaran di NTT untuk cegah COVID-19

Kepala Dinas Perhubungan NTT, Isyak Nuka. (ANTARA/Bernadus Tokan)

Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memastikan tidak ada penutupan pelayaran, baik pelayaran antarpulau maupun kapal-kapal Pelni yang masuk ke wilayah itu demi mencegah penyebaran COVID-19.

"Pelayaran antarpulau dan kapal-kapal Pelni yang masuk ke NTT, tidak ditutup. Semua rute pelayaran tetap beroperasi seperti biasa," kata Koodinator Bidang Area dan Transportasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 NTT Isyak Nuka kepada ANTARA di Kupang, Rabu.

Baca juga: Satu pasien PDP COVID-19 di NTT meninggal

Ia mengemukakan hal itu berkaitan dengan pelayaran antarpulau dan masuknya kapal-kapal Pelni yang membawa manusia dalam jumlah banyak ke NTT serta antisipasi pemerintah terhadap penyebaran COVID-19 di provinsi itu.

Menurut dia, pemerintah tetap mengantisipasi dengan melakukan pengawasan yang ketat sesuai standar operasional (SOP) yang berlaku.

Kepala Dinas Perhubungan NTT itu menambahkan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Kepala Unit Pengelola Pelabuhan serta Dinas Kesehatan setempat, akan bekerja sama menangani penumpang yang masuk dengan memberlakukan protokol kesehatan.

Baca juga: Legislator minta pemerintah atasi kelangkaan masker di NTT

Baca juga: Cegah COVID-19, di Labuan Bajo penumpang kapal asing wajib diperiksa


Sesuai protokol kesehatan, setiap penumpang yang naik maupun turun dari kapal akan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh.

Selain itu, katanya, dilakukan pengisian kartu kewaspadaan kesehatan (HAC) sesuai Maritim Declaration of Health, penggunaan cairan pencuci tangan (hand sanitizer), hingga penyemprotan disinfektan.

Artinya, lanjut Isyak, tidak ada penutupan pelayaran, tetapi pengawasan di setiap pelabuhan dilakukan sesuai dengan SOP. "Pengawasan diperketat dan sesuai SOP kesehatan," ucapnya.

Baca juga: PMI NTT di Hong Kong minta bantuan pemprov kirim masker
 

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pelni imbau hindari praktik calo dan antrian panjang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar