Satu PDP terkait COVID-19 di RSUD Soedarso Pontianak meninggal dunia

Satu PDP terkait COVID-19 di RSUD Soedarso Pontianak meninggal dunia

Kadinkes Kalbar, Harisson. ANTARA/Rendra Oxtora/pri.

Pasien ini hasil lab nya belum keluar dan kita belum tahu status pemeriksaan laboratoriumnya, apakah PDP ini positif atau negatif
Pontianak (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson membenarkan ada satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) terkait COVID-19 yang dirawat di RSUD Soedarso Pontianak, Rabu pagi, meninggal dunia. 

Harisson menyebutkan hasil laboratorium untuk mengetahui apakah yang bersangkutan positif atau negatif COVID-19, belum keluar.

"Hari ini ada seorang pria umur 50 tahun yang dirawat dalam kategori PDP di Soedarso, tadi pagi meninggal dunia. Pasien ini hasil lab nya belum keluar dan kita belum tahu status pemeriksaan laboratoriumnya, apakah PDP ini positif atau negatif karena kita juga masih menunggu," kata Harisson di Pontianak, Rabu.

Baca juga: Dinkes Kalbar: 8 petugas kesehatan Kharitas Bhakti negatif COVID-19

Dia menjelaskan, diketahui pasien ini memiliki riwayat perjalanan ke Surabaya pada Februari 2020, kemudian 18 Maret dirawat di salah satu RS Swasta di Kota Pontianak dengan diagnosis pneumonia.

"Pada 23 Maret 2020 dipindahkan di RSUD Soedarso dan diisolasi dengan status PDP dan tadi pagi meninggal dunia. Terkait spesimen dari almarhum sudah dikirim ke Jakarta sebelumnya, namun sampai hari ini masih belum keluar hasilnya, apakah yang bersangkutan positif atau negatif corona," tuturnya.

Harisson menambahkan RS telah melaksanakan pemulasaran jenazah sesuai standar WHO. "Belajar dari pengalaman sebelumnya, sekarang ini semua rumah sakit telah melaksanakan standar PPI (pencegahan dan pengendalian infeksi) dengan ketat," tuturnya.

Sementara itu, sesuai data terbaru dari Dinkes Kalbar, sampai Rabu sore terdapat 1.808 orang yang masuk dalam orang dalam pemantauan (ODP).

Adapun rinciannya, Kota Pontianak : 160 orang, Kota Singkawang : 130 orang, Kubu Raya : 134 orang, Mempawah : 53 orang, Sambas : 515 orang, Landak : 74 orang, Bengkayang : 9 orang, Sanggau : 209 orang, Sekadau : 77 orang, Melawi : 39 orang, Sintang : 318 orang, Kapuas Hulu : 34 orang, Ketapang : 17 orang dan Kayong Utara : 39 orang.

Baca juga: 1001 Orang Masuk Daftar ODP Dinkes Kalbar Terkait Covid-19

Sedangkan untuk jumlah PDP sampai Rabu  sore ada 22 orang, di mana untuk sebaran rumah sakit pasien RSUD dr Soedarso : 4 orang ( Menunggu Hasil Laboratorium ), RSUD. Abdul Aziz : 5 orang ( Menunggu Hasil Laboratorium ), RSUD. Pemangkat : 1 orang (Menunggu Hasil Laboratorium). 

RSUD Sambas : 3 orang (Menunggu Hasil Laboratorium), RSUD Ade M Djoen : 2 orang (Menunggu Hasil Laboratorium), RS. Kartika Husada : 2 orang (Menunggu Hasil Laboratorium), RSUD. Melawi : 1 orang (Menunggu Hasil Laboratorium), RSUD Agoes Djam : 3 orang (Menunggu Hasil Laboratorium), RSUD. Rubini : 1 orang (Menunggu Hasil Laboratorium)

"Sementara untuk kasus konfirmasi (positif) COVID-19 sampai hari ini berjumlah 3 orang. Pasien Terkonfirmasi COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit : 2 Orang yaitu di RSUD dr. Soedarso di Pontianak : 1 Orang dan RSUD Abdul Aziz di Singkawang : 1 Orang. Sementara untuk Pasien Terkonfirmasi COVID-19 yang diisolasi secara ketat : 1 orang," katanya.

Baca juga: ODP COVID-19 di Kalbar bertambah menjadi 682 orang

 

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Razia COVID-19 di Kalbar sasar penumpang moda transportasi laut

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar