Bursa saham Australia menguat, dipicu stimulus besar-besaran

Bursa saham Australia menguat, dipicu stimulus besar-besaran

Dolar Australia, dan perdagangan saham naik. ANTARA/Shutterstock/pri.

Saham-saham Eropa dan AS terangkat lebih jauh dalam perdagangan semalam ketika dunia menunggu diloloskannya RUU stimulus fiskal AS senilai dua triliun dolar AS
Sydney (ANTARA) - Bursa saham Australia menguat untuk hari ketiga berturut-turut pada awal perdagangan Kamis pagi, setelah anggota parlemen AS menyepakati kesepakatan stimulus besar-besaran untuk menyelamatkan ekonomi dari dampak Virus Corona.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 109,70 poin atau 2,20 persen pada 5.107,80 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas naik 115,10 poin atau 2,30 persen pada 5.121,30 poin.

"Saham-saham Eropa dan AS terangkat lebih jauh dalam perdagangan semalam ketika dunia menunggu diloloskannya RUU stimulus fiskal AS senilai dua triliun dolar AS," kata Kepala Strategi Pasar CMC Markets, Michael McCarthy.

"Meskipun ada penundaan pada menit-menit terakhir, paket penyelamatan diharapkan akan mengimbangi dampak ekonomi dari wabah virus," kata dia.

Hampir semua sektor lokal diperdagangkan lebih tinggi, dengan teknologi, consumer discretionary, perawatan kesehatan, energi dan sektor utilitas memimpin kenaikan. Namun, sektor keuangan dan material berkinerja buruk.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia beragam dengan Commonwealth Bank turun 1,60 persen, ANZ naik 0,30 persen, National Australia Bank naik 1,08 persen dan Westpac Bank turun 0,06 persen.

Saham-saham pertambangan juga beragam dengan Rio Tinto naik 4,96 persen, BHP turun 0,90 persen, penambang emas Newcrest turun 0,58 persen dan Fortescue Metals naik 2,25 persen.

Saham produsen minyak dan gas melonjak dengan Oil Search naik 5,14 persen, Santos naik 3,68 persen. Namun, saham Woodside Petroleum turun 0,40 persen.

Saham supermarket terbesar Australia tergelincir dengan Coles turun 0,96 persen, dan Woolworths turun 0,60 persen.

Sementara itu saham raksasa telekomunikasi Telstra turun 0,63 persen, maskapai nasional Qantas melonjak 5,20 persen dan perusahaan biomedis CSL naik 3,23 persen.

Baca juga: Bursa Saham Tokyo dibuka anjlok, kasus Corona melonjak di ibu kota

Baca juga: Wall Street berakhir bervariasi di tengah antisipasi paket stimulus


 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden buka perdagangan perdana, IHSG menguat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar