Jelang Festival Qingming, Taiwan minta warga jalani tradisi di rumah

Jelang Festival Qingming, Taiwan minta warga jalani tradisi di rumah

Seorang jemaat memakai masker pelindung untuk melindungi dirinya dari penyebaran virus korona (COVID-19) saat berdoa di Kuil Lungshan di Taipei, Taiwan, Kamis (12/3/2020). (REUTERS/ANN WANG)

Taipei (ANTARA) - Otoritas di Taiwan menggunakan pendekatan yang "santai" jelang festival ziarah makam Qingming minggu depan dengan meminta warga tetap berada di rumah dan menyerahkan sesaji secara virtual lewat internet.

Ziarah makam, atau Qingming, merupakan salah satu festival penting dalam penanggalan tradisional masyarakat China (Lunar calendar). Saat festival berlangsung, banyak warga pergi ke kompleks pemakaman untuk menempatkan sesaji ke para leluhur dan memastikan kuburan terawat dengan baik.

Festival Qingming juga diperingati dengan libur selama empat hari pada akhir pekan di Taiwan. Pasalnya, masyarakat setempat menjalani tradisi keagamaan itu dengan serius.

Hari raya itu diyakini akan memancing warga berkumpul dalam satu waktu di tengah anjuran menjaga jarak dari otoritas setempat.

Direktur Hubungan Masyarakat Kementerian Dalam Negeri Taiwan, Lin Ching-chi, mengatakan untuk perayaan tahun ini, otoritas terkait meminta warga agar "lebih santai" atau tidak perlu ke pemakaman dan menyerahkan sesaji ke leluhur lewat dunia maya.

Jika warga bersikeras ingin ke pemakaman, Lin mengatakan, peziarah harus membatasi atau mengurangi jumlah kunjungan ke kuburan.

Lin menjelaskan otoritas di Taiwan telah mempersiapkan laman khusus untuk warga menghaturkan sesaji ke leluhur.

"Anda dapat menemui leluhur lewat dunia maya," kata dia.

Jika warga bersikukuh ingin ke luar rumah, ia meminta agar hanya satu sampai dua orang yang ke pemakaman, tambah Lin. "Kami harap semua peziarah tidak ke makam dalam hari yang sama," ujar dia.

Bunga-bunga dan lilin virtual dapat dihaturkan ke para leluhur hanya dengan memencet tombol di laman yang disiapkan otoritas di Taiwan itu.

Taiwan berupaya menjaga jumlah pasien positif COVID-19 tetap rendah, khususya apabila dibandingkan dengan China. Otoritas setempat tidak hanya menyiapkan layanan kesehatan kelas satu, tetapi juga gencar membuat kampanye kesehatan masyarakat di Internet.

Kepala Kabinet  Taiwan, Su Tseng-chang, menggunakan akun media sosial Facebook-nya untuk menyebar informasi mencegah penularan virus dengan gaya bahasa menghibur. Lewat media sosial, Tseng-chang juga menjelaskan kinerja otoritas setempat menanggulangi COVID-19 ke masyarakat.

Taiwan melaporkan 252 kasus positif COVID-19 dan dua di antaranya meninggal dunia.

Sumber: Reuters
Baca juga: Siswa Taiwan lawan virus corona dengan robot disinfektan
Baca juga: Corona di Formosa, ada berkah di balik wabah
Baca juga: Taiwan nyatakan respon level tertinggi hadapi wabah corona

Penerjemah: Genta Tenri Mawangi
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Erick Thohir: Relawan penanganan COVID-19 perlu disinergikan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar