Olimpiade

Menpora: penundaan Olimpiade 2020 berat bagi Indonesia

Menpora: penundaan Olimpiade 2020 berat bagi Indonesia

Menteri Pemuda dan Olahraga RI Zainuddin Amali mengunjungi Istora Senayan Jakarta, Rabu (15/1/2020), untuk memantau kesiapan turnamen Indonesia Masters 2020. ANTARA/Roy Rosa Bachtiar/am.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan bahwa pihaknya menerima keputusan penundaan Olimpiade 2020 Tokyo ke tahun depan meskipun hal itu diakuinya berat bagi Indonesia.

Hal itu diungkapkan Zainudin melalui rekaman video yang diterima wartawan di Jakarta, Kamis. Ia mengatakan bahwa 2021 akan menjadi tahun tersibuk bagi olahraga Tanah Air.

"Bagi Indonesia, agak berat, karena 2021 di dalam negeri ada pelaksanaan Piala Dunia U-20 2021. Lalu kita akan ikuti SEA Games Vietnam berbarengan dengan itu kita harus persiapkan diri untuk Olimpiade," ujar Zainudin.

Baca juga: Penundaan olimpiade menambah waktu persiapan atlet Indonesia

Meski begitu, Zainudin tetap optimistis Indonesia bisa mengikuti semua event olahraga di tahun depan, termasuk Olimpiade.

Namun ada satu hal lain yang disoroti, yaitu anggaran. Dengan banyaknya kegiatan di tahun depan jelas akan berimbas sangat besar ke pembengkakan anggaran. Tak terlalu rinci dijelaskan, namun Zainudin mengatakan hal itu tak dapat dihindari.

"Memang ini berkonsekuensi dengan pembengkakan anggaran kita. Apa yang seharusnya sudah bisa selesai di tahun ini, tapi karena harus ditunda, maka pelatnas berjalan dengan intensitas yang tidak terlalu tinggi. Apalagi kita harus melakukan pelatihan jangka panjang untuk kegiatan yang akan dihadapi ke depan itu," katanya.

Oleh karenanya, ia meminta kepada seluruh federasi cabang olahraga agar menyesuaikan program pelatnas dengan kondisi pandemi virus corona saat ini agar tak banyak berpengaruh signifikan dengan kesiapan para atlet.

Baca juga: Kemenpora ingatkan atlet tetap semangat meski Olimpiade ditunda

Menpora mengaku akan segera berkomunikasi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan CdM Indonesia di Olimpiade untuk membuat perencanaan menghadapi event-event ke depan.

Sebelumnya, Kemenpora telah mempersiapkan anggaran pelatnas Olimpiade 2020 sebesar Rp99 miliar bagi 13 cabang olahraga yang diproyeksikan lolos Olimpiade.

Adapun cabang olahraga yang telah menanda tangani MoU anggara pelatnas adalah PBSI (bulu tangkis), PABSI (angkat besi), PBVSI (bola voli), PB ISSI (balap sepeda), PELTI (tenis), Perbakin (menembak), PB TI (taekwondo), PB Pertina (tinju), FPTI (panjat tebing), PSOI (selancar ombak), dan NPC (paralimpiade).

Baca juga: Jepang dan IOC sepakati penundaan Olimpiade Tokyo 2020

Baca juga: IOC: Olimpiade Tokyo digelar tidak melampaui musim panas 2021

 

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar