Meksiko bergelut dengan COVID-19 di tengah masalah obesitas, diabetes

Meksiko bergelut dengan COVID-19 di tengah masalah obesitas, diabetes

Warga berjalan kaki saat penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) terus berlanjut, di Mexico City, Meksiko, Senin (23/3/2020). (REUTERS/GUSTAVO GRAF)

Virus corona tidak sebegitu mematikan, kecuali bagi mereka yang memang mempunyai penyakit utama sehingga mengalami komplikasi
Kota Meksiko (ANTARA) - Sebanyak empat dari enam kasus kematian akibat infeksi COVID-19 di Meksiko terjadi pada pasien dengan riwayat penyakit diabetes, sementara dua lainnya menderita hipertensi, per hari Kamis (26/3).

Pasien COVID-19 asal Meksiko ke tujuh yang meninggal dunia di Peru juga menderita diabetes, sedangkan empat pasien berusia di atas 60 tahun, dua lainnya berusia masing-masing 55 dan 41 tahun.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyebut bahwa selain lanjut usia, orang dengan diabetes dan kondisi kesehatan terkait juga menjadi kelompok paling rentan terhadap kasus infeksi virus corona yang cukup parah serta kasus penyakit mematikan yang ditimbulkan oleh virus tersebut.

Meksiko sendiri mempunyai angka masyarakat usia pensiun yang paling sedikit di antara negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), namun angka obesitas tinggi serta penyakit terkait seperti diabetes tipe 2 menyebar luas di masyarakat.

"Virus corona tidak sebegitu mematikan, kecuali bagi mereka yang memang mempunyai penyakit utama sehingga mengalami komplikasi," kata peneliti di Institut Nasional Ilmu Kedokteran dan Gizi Salvador Zubiran, dr. Abelardo Avila.

"Dan sayangnya, kasus itulah yang terjadi pada sekian juta orang Meksiko," kata dia menambahkan.

Ketika rincian kasus kematian pasien COVID-19 Meksiko diumumkan ke publik, bahkan pejabat kesehatan yang sebelumnya meminta masyarakat untuk tenang, mulai mengakui skala pandemi akibat virus corona yang harus dihadapi negaranya,

"Orang yang obesitas, terutama dengan penyakit penyerta, mempunyai risiko terbesar menderita komplikasi jika mereka terjangkit virus corona," kata pejabat kesehatan Meksiko, Ricardo Cortes.

Sumber: Reuters

Baca juga: Antrean warga yang ingin tes corona mengular di Mexico City
Baca juga: Amerika Latin perketat pengawasan COVID-19 dengan militer, jam malam
Baca juga: Pemerintah Meksiko desak publik menjaga jarak untuk antisipasi corona

 

Penerjemah: Suwanti
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ada bilik disinfektan otomatis buatan mahasiswa Kalimantan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar