Kemenperin kontak asosiasi pastikan bahan baku masker tersedia

Kemenperin kontak asosiasi pastikan bahan baku masker tersedia

Ilustrasi: Buruh menyelesaikan pembuatan masker di PT Jayamas Medica Desa Karangwinongan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (18/3/2020). ANTARA FOTO/Syaiful Arif/ama.

Asosiasi Nonwoven Indonesia juga telah diminta untuk men-supply kekurangan bahan baku APD dan masker
Jakarta (ANTARA) - Direktur Jendral Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Muhammad Khayam menyampaikan pihaknya telah meminta secara khusus kepada Indonesian Nonwoven Association (INWA) agar anggota asosiasi bisa menyediakan kebutuhan bahan baku untuk produksi Alat Pelindung Diri (APD) dan masker.

“Asosiasi Nonwoven Indonesia juga telah diminta untuk men-supply kekurangan bahan baku APD dan masker, sehingga untuk memproduksi APD dan masker tidak ada lagi hambatan kebutuhan bahan baku,” kata Khayam lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Jumat.

Selain itu, sejumlah perusahaan anggota Asosiasi Perusahaan Kawasan Berikat juga sedang menyiapkan infrastruktur untuk memproduksi masker dan APD dalam rangka penanganan COVID-19.

Baca juga: RNI: Sampai sekarang bahan baku masker dari Prancis belum dikasih

Khayam pun mengungkapkan bahan baku dari China mulai dikirim ke Indonesia sejak pekan lalu. Oleh karenanya, Kemenperin terus mendorong industri dalam negeri untuk semakin meningkatkan kapasitas produksinya.

“Bahkan BUMN tekstil juga yaitu PT Industri Sandang Nusantara diminta untuk dapat mengambil peran dalam penanganan COVID-19 ini dengan memproduksi masker,” imbuhnya.

Pembuatan APD dan masker dalam negeri serta hasil produksinya tersebut rencananya disalurkan ke sejumlah wilayah dengan skala prioritas.

Baca juga: Ketua gugus tugas pastikan ketersediaan APD dari industri dalam negeri

“Untuk saat ini, ada beberapa perusahaan yang siap membantu supply kebutuhan bahan baku APD, seperti PT Multispunindo, PT Sritex, Duniatex Group, PT Hadtex, dan beberapa perusahaan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) lainnya,” kata Khayam.

Diversifikas produksi oleh industri TPT diharapkan dapat memenuhi kebutuhan APD dan masker yang saat ini cenderung meningkat.

“Pemerintah dan pelaku industri bersama-sama untuk mengatasi kelangkaan APD dan masker di pasaran yang disebabkan oleh permintaan yang meningkat," ujar Khayam.

Baca juga: Menperin minta industri tekstil dan otomotif bantu tanggulangi Corona

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar