Isolasi mandiri pasien COVID-19 dipantau lewat layanan medis daring

Isolasi mandiri pasien COVID-19 dipantau lewat layanan medis daring

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga (tengah) menyampaikan keterangan pers mengenai pemantauan isolasi mandiri pasien COVID-19 dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Jakarta, Jumat. (ANTARA/Yashinta Difa)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menggandeng penyedia platform layanan medis daring dalam pemantauan pasien positif COVID-19 yang melakukan isolasi secara mandiri, kata Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga.

Pasien positif COVID-19 yang menjalani isolasi secara mandiri diminta menggunakan platform layanan medis daring untuk mendapatkan layanan seperti konsultasi kesehatan.

"Seluruh platform yang selama ini melakukan telemedik kita gabungkan untuk mulai membantu pasien yang melakukan isolasi mandiri," kata Arya dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan bahwa pasien positif COVID-19 yang kondisinya sehat, tidak mengalami gejala sakit, diharapkan melakukan isolasi mandiri. Selama menjalani isolasi mandiri di rumah, mereka akan mendapatkan bantuan medis lewat layanan telemedik, termasuk layanan konsultasi kesehatan daring.

Apabila pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri kondisi kesehatannya menurun, penyedia platform layanan medis daring akan memberi tahu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan rumah sakit untuk menjemput pasien tersebut dan membawanya ke rumah sakit rujukan.

Jika kondisinya sedang atau menunjukkan gejala tidak berat, pasien bisa dibawa ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Jakarta dan jika kondisinya parah maka pasien akan dibawa ke rumah sakit rujukan seperti Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso.

"Jadi yang benar-benar masuk ke rumah sakit rujukan adalah yang benar-benar dalam kondisi kritis. Tapi kalau belum dia di Wisma Atlet, atau kalau masih bisa di rumah akan dipandu oleh kawan-kawan di platform telemedik dan nanti juga mobile hospital," kata Arya.

Pemerintah sudah menggandeng 20 penyedia aplikasi dan platform layanan daring untuk membantu Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menghadapi wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 itu.

Penyedia platform layanan medis daring yang digandeng meliputi SehatQ, Good Doctor, Dokter Sehat, Link Sehat, KlikDokter, Maudok, Yesdok, Prosehat, Perawatku, Klinik Go, Alo Dokter, Docquity, Jovee, dan Halodoc. Selain itu, pemerintah menggandeng penyedia layanan daring Eureka AI, Ivosight, Qlue, Grab, dan Gojek

Baca juga:
Sultan HB X minta pendatang isolasi mandiri 14 hari
Tips isolasi mandiri COVID-19 di rumah

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Lima warga Kebon Melati jadi penghuni pertama bilik isolasi mandiri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar