"Jadi kalau kita isolasi mandiri itu harus punya niat bahwa ini untuk diri kita dan membantu orang banyak...,"
Jakarta (ANTARA) - Psikolog dari Universitas Indonesia (UI) Dr Rose Mini Agoes Salim mengingatkan masyarakat agar jangan menjadikan isolasi mandiri sebagai beban karena dapat berdampak pada kesehatan terutama mengalami stres.

"Jadi kalau kita isolasi mandiri itu harus punya niat bahwa ini untuk diri kita dan membantu orang banyak," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Apabila masyarakat melakukan isolasi mandiri tanpa beban, maka perasaan jenuh, bosan dan sebagainya tidak akan terjadi. Oleh sebab itu, penting bagi setiap orang agar lebih rileks dan menikmati proses tersebut.
Baca juga: Pemerintah gandeng telemedik bantu pasien COVID-19 isolasi mandiri

"Orang yang stres itu karena mereka merasa terbebani dan ada sesuatu yang dia inginkan tapi tidak tercapai," ujar dia.

Selama beberapa hari terakhir, Rose Mini mengaku cukup banyak menerima keluhan dari masyarakat yang merasa mulai stres karena isolasi mandiri di rumah mereka masing-masing.

"Ya ada beberapa yang menghubungi saya bertanya bagaimana supaya tidak stres di rumah," kata dia.

Menyikapi hal tersebut, Rose Mini memberikan pengertian dan poin positif dari isolasi mandiri salah satunya ialah merajut kedekatan sesama anggota keluarga.
Baca juga: Isolasi mandiri pasien COVID-19 dipantau lewat layanan medis daring

"Cara paling gampang mencegah stres ini ialah lebih banyak bersyukur dan tidak mengeluh," katanya.

Ia mengatakan sebelum virus corona mewabah di Tanah Air, tingkat stres masyarakat juga sudah cukup tinggi. Misalnya saja saat ingin ke kantor dan menghadapi macet.

"Kadang masyarakat itu lucu, biasanya kena macet stres, sekarang saat disuruh di rumah dan menghindari macet juga stres," ujarnya.

Apabila hal tersebut dilakukan oleh setiap orang terutama saat menjalani masa isolasi mandiri, maka tingkat stres dan sebagainya tadi dapat diminimalisir.
Baca juga: Jubir COVID-19 sebut hasil tes cepat untuk rekomendasi isolasi mandiri

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Muhammad Yusuf
Copyright © ANTARA 2020